Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (31)

Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (31)

By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta Strategi AMIKOM Yogyakarta yang berawal dari peruguruan tinggi sangat kecil yang dimulai tidak menggunakan uang tunai dengan gedung sangat sederhana yang belum dibayar sewanya dengan menggunakan cara baru dalam mendidik mahasiswanya, yaitu pendidikan yang lebih menekankan sikap mental dan ketrampilan daripada pengetahuan.

Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (30)

Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (30)

By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta Demikian pula pendirian Time Excellindo Computer Shop. Perusahaan tersebut berdiri atas inisiatif staf bengkel komputer. Berawal dari bengkel tempat latihan mahasiswa dan staf memperbaiki komputer yang rusak, mulai dari komputer laboratorium, komputer staf dan komputer mahasiswa. Bengkel tersebut sebagai laboratorium dunia kerja bagi mahasiswa Jurusan Teknik Informatika. Saya hanya berpikir sederhana, kalau mahasiswa tidak memperoleh pekerjaan, paling tidak mereka dapat meperbaiki komputer dan dapat merakit komputer. Siapa tahu mereka menjadi pengusaha komputer. Kalau menjadi pengusaha komputer,…

Read More Read More

Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (29)

Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (29)

By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta PT. Time Excellindo yang dimulai dengan modal tanpa uang tunai tersebut mulai mendapat kepercayaan. Mulai dari pembangunan LAN di FMIPA UGM Yogyakarta untuk interkoneksi antar gedung dengan OS Novell Netware sebagai jaringan Multiple Accses dan pemenuhan lab jaringan dan aplikasi di lab. Komputer. Pembangunan jaringan data kecepatan tinggi antar gedung mencakup 13 gedung dengan media kabel fiber optic mutlimode 72 core untuk kebutuhan aplikasi multimedia di PPPG Kesenian Yogyakarta.

Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (28)

Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (28)

By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta Setelah pasar yang dipilih, yaitu pasar industri, kemudian saya dan Pak Hanafi mulai mengatur strategi. Mengingat tidak punya biaya pemasaran yang cukup, maka saya menyarankan melakukan pemasaran dari pintu ke pintu. Saya meminta Pak Hanafi membuat brosur tentang produk yang akan dijual beserta keunggulannya serta harganya yang sangat kompetitif. Saya juga meminta untuk menjelaskan keunggulan produk tersebut secara baik kepada bagian pemasaran, yang sebagian besar masih mahasiswa, yang belum mempunyai pengalaman. Pak Hanafi sendiri…

Read More Read More