Bisnis yang menguntungkan

Bisnis yang menguntungkan

Nilai merupakan panduan-panduan untuk bertindak atau bersikap yang berasal dari dalam diri, berupa prinsip-prinsip bagaimana menjalani hidup dan mengambil keputusan.

Nilai, pertama kali dikenalkan oleh orang tua di masa kanak-kanak dan kemudian ditambah oleh guru, keyakinan agama, kawan serta lingkungan pergaulan. Nilai-nilai spiritual, saat ini merupakan fondasi perilaku individu yang sangat penting. Mengapa penting untuk mengetahui nilai-nilai seorang individu ? Meskipun ini tidak mempunyai suatu dampak langsung terhadap perilaku, nilai-nilai dengan kuat mempengaruhi sikap-sikap seorang. Jadi pengetahuan mengenai sistem nilai seorang individu dapat memberikan wawasan ke dalam sikap-sikapnya.

Dengan diketahui bahwa bilai-nilai orang berlainan, para manajer dapat menggunakan Survai Nilai Rokeach, yang membagi nilai menjadi dua kelompok, yaitu nilai instrumen dan nilai tujuan yang dapat digunakan untuk menilai karyawan yang potensial dan menetapkan apakah nilai-nilai mereka segaris dengan nilai dominan dari organisasi. Kinerja dan kepuasaan seorang karyawan kemungkinan besar akan lebih mengaggap sangat penting, imaginasi, ketak bergantungan, dan kebebasan kemungkinan besar akan buruk kesesuaian nilainya dengan suatu organisasi yang mengusahakan kepatuhan dari para karyawannya. Para manajer akan lebih kemungkinan mengahargai, menilai dengan positif, dan membagikan imbalan kepada para karyawan yang sesuai dalam organisasi, dan karyawan akan lebih besar kemungkinannya dipuaskan jika mereka mempersepsikan bahwa mereka memang sesuai. Ini membela manajemen yang berusaha keras selama seleksi karyawan baru untuk menemukan calon yang tidak hanya mempunyai kemampuan, pengalaman, dan motivasi untuk berprestasi, tetapi juga suatu sistem nilai yang sesuai (kompatibel) dengan sistem nilai organisasi.

Para manajer hendaknya tertarik pada sikap-sikap karyawan mereka karena sikap memberikan peringatan terhadap problem potensial dan karena sikap mempengaruhi perilaku. Karyawanyang terpuaskan dan komitmen, misalnya mempunyai tingkat keluar dan kemangkiran yang lebih rendah. Bila para manajer menginginkan agar permohonan berhenti dan absensi berkurang – terutama di antara karyawan mereka yang produktif – mereka akan menginginkan melakukan hal-hal yang akan membangkitkan sikap kerja yang positif, demikian tulis Stephen Robbins dalam Organizational Behavior.

Perusahaan yang dipandu dengan nilai terbukti sukses dalam jangka panjang. Grameen Bank merupakan perusahaan yang mengedepankan nilai dengan visinya mengenai dunia tanpa kemiskinan. Grameen Bank yang didirikan oleh Muhammad Yunus mempunyai hanya satu tujuan yaitu menyalurkan kredit bagi kaum miskin di Bangladesh.

Nilai-nilai yang ditanamkan Muhammad Yunus kepada karyawan atau stafnya membuat Grameen Bank berkembang pesat. Pertama kali membantu kelompok ibu-ibu pengrajin bambu miskin itu, sekarang telah membantu 46.000 desa di Bangladesh. Apalagi kalau dalam bisnis tersebut dipandu dengan nilai ibadah kepada Allah, maka bisnis itu akan memperoleh keuntungan yang besar. ”Allah mengasihi orang yang mudah dalam penjualan, pembelian, pelunasan dan penagihan. Barang siapa memberi penangguhan kepada orang yang dalam kesusahan (untuk membayar hutang) atau membebaskannya, maka Allah akan menghisabnya dengan penghisaban yang ringan. Barang siapa menerima kembali pembelian dari orang-orang yang menyesali pembeliannya, niscaya Allah membatalkan (menghapus) kesalahannya pada hari kiamat.” sabda Rasulullah SAW.

Leave a Reply