Strategi Bisnis Pedagang Empek-empek (5)

Strategi Bisnis Pedagang Empek-empek (5)

By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta

Strategi bisnis pedagang empek-empek berikutnya adalah bekerja keras itu adalah ibadah. ”Berkerja itu ibadahkan Pak Yanto” katanya. ”Ya…ya” jawab saya. Setelah saya berbicara panjang dan menguak rahasia sukses pedagang empek-empek, tidak begitu lama empek-empek pesanan saya yang dibuat oleh Mamanya dan adiknya telah selesai. ”Ini empek-empek yang dipesan Pak Yanto” katanya, sambil menyerahkan dua bungkusan yang dimasukkan tas kresek yang berwarna putih kepada saya. ”Terima kasih” jawab saya, saya sekalian pamit ya, sampaikan salam ke Om Anda, kalau saya ke sini. ”Mampir ke sini lagi ya Pak” pintanya. ”Insya Allah” jawab saya. Saya berjalan menuju mobil dan saya melambaikan tangan. Ia membalas melambaikan tangan juga. Mobil yang saya tumpangi meninggalkan warungnya. Kemudian warung tersebut lenyap dari pandangan mata saya, tetapi ada yang masih menggores hati saya dan membekas di pikiran saya adalah kata ”Bekerja itu adalah ibadah”.
Di sepanjang perjalan pulang saya merenung sambil melihat sawah-sawah yang hijau di sekitar jalan yang saya lewati. Saya teringat bahwa sebagian besar orang yang dikatakan sukses, kebanyakan mengerjakan pekerjaan dengan apa yang disukainya. “Ketika sedang bekerja, saya rileks, tidak mengerjakan apa-apa” kata Pablo Picasso. Bill Gates menyukai komputer sejak kecil, bahkan tertarik pada perangkat lunak dan pemrograman komputer pada usia 13 tahun. Pada usia 18 tahun telah mampu mengembangkan sebuah versi bahasa pemrograman Basic untuk pertama kalinya pada komputer mikro MITS Altair di Harvard University. Ia rela meninggalkan Harvard untuk pekerjaan yang disenanginya dengan mencurahkan energinya pada perusahaan perangkat lunak yang baru didirikannya bersama kawan kecilnya Paul Allen, yaitu Microsoft. Perusahaan tersebut memperoleh pendapatan 39,79 miliar dolar Amerika pada akhir tahun fiskal Juni 2005, mempunyai lebih dari 61.000 karyawan, tersebar di 102 negara. Pada 27 Jun 2008, Bill Gates pensiun dari hari ke hari-kegiatan perusahaan, berikut dua tahun periode transisi dari perannya sebagai Chief Software Architect, yang diambil oleh Ray Ozzie, tapi Ia tetap menjadi Chairman perusahaan, Ketua Dewan Direksi dan akan bertindak sebagai penasihat pada proyek-proyek yang kunci.
Keichiro Toyoda sangat mencintai otomotif. Sampai-sampai perusahaan tenun ayahnya, ketika diserahkan kepadanya diganti perusahaan otomotif dan namanya diganti dari “Toyoda” menjadi “Toyota”. Saat ini merupakan salah satu perusahaan otomotif yang terunggul di dunia. Dari Januari 2008 sampai dengan Desember 2008, Toyota mampu menjual mobil sebanyak 8,547 juta unit. Mulai dari Toyota Lexus, Daihatzu dan Hino. Toyota mempunyai 12 pabrik di Jepang dan 53 pabrik di 27 negara. Karyawannya mencapai 265.800 orang dan penjualannya mencakup 170 negara. Penjualan Toyota, termasuk bisnis keuangan mencapai 21,35 triliun yen pada akhir Maret 2006. Pada awal 2009, cucu laki-laki dari Keichiro Toyoda, Akio Toyoda diangkat menjadi Presiden Toyota.
Bill Gates dan Keichiro Toyoda mengembangkan pekerjaan yang dicintainya menjadi perusahaan legenda dunia. Kita membutuhkan pekerjaan yang kita senangi yang dapat membangkitkan semangat kita, menantang kita dan membawa kita ke tempat yang kita impikan. Mereka memandang bahwa berkerja adalah waktu bermain. Bekerja merupakan tempat untuk mengembangkan diri, mempelajari hal-hal baru, menjelajahi cara-cara baru dan mempraktikkannya dalam perilaku baru. “Rahasia sukses adalah menjadikan pekerjaan Anda sebagai hiburan Anda” kata Mark Twain. Tetapi semua kata sukses tersebut hanya bersifat duniawi belaka. Saya terus mencari esensi yang dikatakan pedagang empek-empek itu, tetapi tidak terasa mobil saya telah sampai di rumah. Anak kecil saya telah menunggu di depan pintu sambil tersenyum dan mengayun-ayunkan kakinya untuk menyambut oleh-oleh yang saya bawa.

Comments are closed.