Belajar Menjadi Entrepreneur dari Sam Walton

Belajar Menjadi Entrepreneur dari Sam Walton

By M. Suyanto

Kita dapat belajar menjadi entrepreneur dari Sam Walton, pendiri Wal-Mart. Pada 2008, Walt-Mart terpilih menjadi Perusahaan peringkat sebelas yang paling mengagumkan dunia versi majalah Fortune. Untuk menjadi perusahaan terbaik dunia tidaklah mudah. Perjalanan penuh liku dialami Walt-Mart.

Perusahaan ini didirikan oleh Sam Walton dan Bud Walton di Rogers, Arkansas pada 1962. Keduanya dilahirkan dari keluarga miskin. Pekerjaan Sam masa kecil adalah memeras susu sapi, memasukkan dalam botol dan mengedarkan susu sapi tersebut. Setelah selesai, Sam mengantarkan surat kabar. Setelah dipecat dari dinas militer 1945, Sam mendirikan toko dengan modal meminjam mertuanya 20.000 dolar dan hasil tabungan ketika dinas militer 5.000 dolar. Toko Sam merupakan toko waralaba dari The Butler Brothers. Dengan pertolongan Bud Walton, mertua dan saudara iparnya, Sam membuka toko di Ruskin Height, di dekat kota Kansas dalam pusat pertokoan. Kemudian membuka toko yang lebih besar yang diberi nama Walton’s Family Center dan akhirnya Sam bersama Bud mendirikan Wal-Mart. Strategi awal yang digunakan adalah toko dengan diskon. Strategi ini merupakan yang pertama di dunia. Lima tahun kemudian Wal-mart telah memiliki 24 cabang dengan penjualan 12,6 juta dolar. Pada 1970, Wal-Mart membuka pusat distribusi yang pertama dan kantor pusat di Bentonville, Arkansas serta memperdagangkan saham yang pertama kali. Kemudian Wal-Mart disetujui dan didaftar di New York Stock Exchange.

Di 1987, strategi Wal-Mart berikutnya adalah memutuskan untuk bergerak dalam bisnis grosir. Wal-Mart belajar dari Carrefour, yang merupakan peritel Eropa yang menjalankan 73 hypermarket ke seluruh Eropa dan terdapat 780 gerai. Hypermarket merupakan toko-toko menjual barang grosiran dan barang-barang dagangan umum lainnya dalam satu atap. Wal-Mart mempunyai potensi untuk melakukan strategi kombinasi operasi barang dagangan dan grosiran yang menawarkan peluang untuk melakukan ekspansi perusahaan menjadi lebih cepat. Karena Wal-Mart pada saat itu, mengendalikan 50 % dari 150 miyar dolar bisnis toko diskon, 32 % dikuasai K-mart dan Target. Strategi Walt-Mart ini mempunyai efek samping sederhana dan marjin keuntungan rendah. Para konsumen mengunjungi toko-toko grosir lebih teratur daripada toko dagangan umum. Dengan strategi ini Wal-Mart mampu mengatasi persaingan yang ketat dan memberikan peluang bagi konsumen untuk mendapatkan barang dagangan umum dan mengatasi masalah marjin laba yang kecil bila konsumen tersebut menjual kembali barang yang dibeli. Wal-Mart membuka empat Hypermarket dan dilanjutkan membuka Supercenter, yang format tokonya lebih kecil dibandingkan format Hypermarket. Untuk membuat Supercenter, Wal-Mart harus bereksperimen selama empat tahun. Supercenter yang pertama di Washington. Antara 1992 dan 1998, membuka 558 Supercenter Akhirnya Wal-Mart menjadi perusahaan pengecer (retailer) terbesar. di dunia dengan nilai penjualan lebih dari $ 100 milyar di tahun 1997. dan menjadi perusahaan Peringkat Satu Dunia pada 2003 versi majalah Fortune. Bahkan memecahkan rekor dunia dengan penjualan satu hari mencapai 1,43 milyar dólar, . pada hari setelah Thanksgiving.


Comments are closed.