STRATEGI BISNIS PEDAGANG ANGKRINGAN (5)

STRATEGI BISNIS PEDAGANG ANGKRINGAN (5)

By M. Suyanto

Strategi bisnis yang lain yang dilakukan oleh pedagang angkringan adalah sangat menghargai karyawannya. Pedagang angkringan tersebut memberi penghargaan dengan memberi upah duakali lipat jika penjualan mencapai sasaran yang diharapkan.

Sasaran yang dicapai pedagang angkringan tersebut sebesar Rp. 2,5 juta per malam dari 5 angkringan yang dimiliki. Pedagang angkringan tersebut seakan-akan telah membaca buku In Search of Excellence, yang ditulis oleh Thomas J. Peters dan Robert H. Waterman,Jr., menyatakan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan perusahaan-perusahaan itu hebat, salah satu kuncinya adalah “perhatian terhadap sesama”. Tidak ada tema yang lebih menonjol di perusahaan-perusahaan hebat itu daripada penghormatan terhadap individu. Perusahaan yang hebat adalah perusahaan yang memperlakukan sumberdaya manusianya dengan hormat dan bermartabat. Perusahaan yang memandang karyawannya sebagai mitra dan bukan sebagai alat.

Sebaliknya perusahaan yang tidak sukses, jika memandang sumberdaya manusia sebagai alat. Misalnya dalam dalam kondisi normal untuk meningkatkankan keuntungan perusahaan dengan melakukan PHK secara besar-besaran. Jika ini yang dilakukan maka perusahaan tidak akan sukses dalam jangkan panjang. Beberapa perusahaan di Indonesia masih memandang manusia sebagai alat. Isu yang baru santer, setelah saham terbesar dipegang perusahaan asing, padahal tidak merugi, tetapi untuk meningkatkan keuntungan PHK kepada karyawannya sebagai jalan keluar. Demikian juga, saat terjadinya isu krisis, dimanfaatkan perusahaan untuk mem PHK karyawannya. Kecuali karyawan diberikan kebebasan untuk memilih keluar keluar dari perusahaan dengan pesangon tertentu, tetapi tidak dipaksa untuk PHK. Perusahaan seperti ini jelas perusahaan yang memandang sumberdaya manusia sebagai alat dan tidak akan sukses dalam jangka panjang.

”Perusahaan yang baik mampu mengetahui dengan pasti di bagian mana produktivitas dapat dihasilkan dengan baik dan tanpa batas. Produktivitas berasal dari kelompok karyawan yang tertantang, diberdayakan, mempunyai semangat dan dihargai. Produktivitas berasal dari setiap individu, membuat setiap orang sebagai bagian dari tiap langkah yang diambil dan membolehkan tiap orang untuk berpendapat, memiliki peran dalam keberhasilan suatu perusahaan. Dalam mengerjakan hal ini, produktivitas yang kita dapat tidak sedikit demi sedikit melainkan berlipat ganda” kata Jack Welch, mantan CEO General Electric. Sedangkan Floris A. Maljers, ketika menjabat CEO Unilever menyatakan ”Kendala terbesar yang dihadapi perusahaan dalam menghadapi globalisasi adalah terbatasnya sumberdaya manusia dan bukan sumberdaya modal”.

Kesuksesan perusahaan-perusahaan yang paling dikagumi dunia tersebut mencerminkan keajaiban yang dicapai dengan menghormati sumberdaya manusia daripada memanipulasi sumberdaya manusia dan memandang sumberdaya manusia sebagai alat. Perusahaan yang mampu menghormati sumberdaya manusia merupakan perusahaan yang sukses dalam jangka panjang.

Ternyata kita juga harus belajar banyak dari strategi bisnis pedagang angkringan ini. “Saya ingin karyawan saya juga sejahtera seperti saya. Saya ingin memuliakan karyawan saya” kata pedagang angkringan tersebut. Firman Allah :”Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”


Comments are closed.