Strategi Produk Nabi Muhammad SAW (2)

Keistimewaan merupakan karakteristik yang melengkapi fungsi dasar produk. Produk istimewa pada masa jahiliyah adalah perhiasan dari emas, perak dan pakaian sutra. Sebelum Muhammad menjadi Nabi perhiasan emas dan pakaian sutra boleh dipakai oleh pria dan wanita. Dari Ibnu Umar r.a.,Rasulullah s.a.w.memakai cincin dari emas atau perak dan dijadikannya muka cincin itu di sebelah telapak tangan beliau dimana terukir tulisan ”Muhammad Rasulullah”. Orang banyak mulai memakai cincin seperti itu pula. Setelah beliau melihat orang ramai memakaicincin seperti itu, beliau lalu membuang cincin itu dan bersabda :”Saya tidak akan memakainya lagi untuk selama-lamanya.” Kemudian beliau memakai sebuah cincin perak. Orang banyak juga mulai memakai cincin perak. Ibnu Umar berkata : Setelah Nabi s.a.w., orang yang memakai cincin itu adalah Abu Bakar, lalu Umar, lalu Utsman, sampai cincin itu jatuh dan hilang oleh Utsman ke dalam sumur di Aris.

Produk ini lebih ditujukan kepada wanita dan untuk dijual. Dari Abdullah bin Umar r.a, katanya : “Nabi s.a.w. pernah mengirimkan pakaian sutera atau sutera campuran kepada Umar r.a., kemudian beliau melihat pakaian itu dipakai oleh Umar. Sabda beliau, “Sesungguhnya aku kirimkan pakaian itu kepadamu, bukanlah untuk kau pakai. Yang akan memakainya ialah orang-orang yang tidak beruntung baginya. Kukirimkan kepadamu ialah supaya engkau dapat mengambil manfaat daripadanya, yakni supaya kau jual.”(Bukhari).

Gaya menggambarkan penampilan dan perasaan itu bagi pelanggan. Dari Aiman r.a.,katanya : Saya masuk kerumah Aisyah, di situ ada baju perempuan yang terbikin dari benang seharga lima dirham. Kata Aisyah : ”Lihatlah sahaya perempuan, perhatikanlah dia! Ia merasa megah karena memakai pakaian itu dalam rumah. Saya pernah memakai baju itu pada masa Rasulullah s.a.w. Setiap wanita yang ingin berdandan di Madinah, selalu mengirim utusan kepadaku untuk meminjaminya”(Bukhari).

One Reply to “Strategi Produk Nabi Muhammad SAW (2)”

  1. khabib soleh

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Pak yanto! saya mau tanya. Pernahkah perekonomian pada jaman nabi dan khilafah sesudahnya mengalami krisis ekonomi?
    wAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    kHABIB sOLEH
    Bank Muamalat

Leave a Reply