Modalnya pembayaran di muka

Selain dengan membuka usaha tanpa uang tunai dengan pembayaran di belakang, dapat pula Anda membuka usaha dengan pembayaran di muka. Gabungan antara memulai usaha dengan pembayaran di belakang dan pembayaran di muka merupakan yang paling ideal. Gedung atau kantor, iklan, brosur dapat kita peroleh dengan pembayaran di belakang, sedangkan pelanggan kita menggunakan pembayaran di muka. Usaha berupa kursus, lembaga pendidikan kejuruan dan bahkan pendidikan tinggipun dapat dilakukan dengan strategi pembayaran di muka.

Pada saat kami membuka cabang Pusat Pendidikan Komputer dan Manajemen IMKI di jalan Abubakar Ali nomor 20 Kotabaru Yogyakarta, setelah beriklan di Harian Kedaulatan Rakyat yang dapat dibayar di belakang, akhirnya mendapat 35 siswa. Kemudian diberikan kuliah umum yang berisi penjelasan teantang materi yang akan diajarkan selama satu tahun. Dimulai dari materi Achievement Motivation Training sampai System Analysis. Tiba-tiba mereka bertanya “Pak komputernya mana kok tidak ada?”. “Coba perhatikan dalam iklan bunyinya bagaimana?.”, saya balik bertanya. “Pendikan Komputer dilengkapi pendidikan manajemen praktis dan kewirausahaan,” jawab mereka. “Anda benar. Dalam satu bulan pertama ini Anda akan mendapatkan pendidikan manajemen praktis dan kewirausahaan, kemudian baru dilanjutkan pelajaran komputer” jawab saya sambil berkata dalam hati “tetapi kamu juga harus membayar”. Setelah satu bulan mereka puas, akhirnya membayar. Dari uang siswa tersebut saya kreditkan komputer dapat 12 komputer. “Itu komputernya” kata saya. “Oh komputernya sudah ada ya Pak” kata mereka. Saya tersenyum sambil berkata dalam hati “sesungguhnya itu juga uang Anda”. Maka kita dapat meng operasikan usaha dengan pembayaran di muka, yaitu pembayaran dari pelanggan kita.

Bahkan ketika saya bersama-sama dengan kawan-kawan dari Totalwin Institute of Management bekerjasama dengan Warnbrough University, Inggris. membuka Program MBA (ketika itu belum dilarang), cukup menyediakan hotel bintang lima yang dapat dibayar di belakang, kemudian para mahasiswa membayar di muka. Pertama kali, calon mahasiswa dikumpulkan di salah satu hotel berbintang diberikan penjelasan tentang Program MBA dari Warnbrough University. Termasuk berapa biaya, kalau harus kuliah di Inggris. Kalau kuliah di Indonesia dapat menggunakan pengantar Bahasa Indonesia. Tesisnya saja dalam Bahasa Inggris di supervisi oleh Perwakilan Warnbrough University dari Australia. Setelah selesai kuliah umum, bagi yang berminat dapat memberikan uang muka Rp. 1.000.000,-. Dari uang tersebut dapat digunakan untuk sewa ruangan beserta perlengkapan lainnya, sehingga pengelola tidak mengeluarkan biaya. Setelah minimal 15 mahasiswa mendaftar, kuliah segera di mulai. Dengan demikian hotel beserta fasilitas lainnya dapat dipenuhi dengan pembayaran dimuka dari mahasiswa. Dari hasil Program MBA tersebut akhirnya dapat digunakan untuk mendirikan Program MM STIE “ABI” Surabaya. Barangkali Program Magister Manajemen yang paling laris di Indonesia, karena mempunyai mahasiswa sekitar 1000 orang.

Leave a Reply