Strategi Produk Nabi Muhammad SAW (1)

Produk pada dalam Al Qur’an dinyatakan dalam dua istilah, yaitu al-tayyibat dan al-rizq. Kata al-tayyibat digunakan 18 kali, sedangkan kata al-rizq digunakan 120 kali dalan Al-Qur’an. Al-tayyibat merujuk pada suatu yang baik, suatu yang murni dan baik, sesuatu yang bersih dan murni, sesuatu yang baik dan menyeluruh serta makanan yang terbaik. Al-rizq merujuk pada makanan yang diberkahi Tuhan, pemberian yang menyenangkan dan ketetapan Tuhan (Ali, 1975). Menurut Islam, produk konsumen adalah berdaya guna, materi yang dapat dikonsumsi yang bermanfaat yang bernilai guna yang menghasilkan perbaikan material, moral, spiritual bagi konsumen. Sesuatu yang tidak berdaya guna dan dilarang dalam Islam bukan merupakan produk dalam pengertian Islam. Dalam barang ekonomi konvensional adalah barang yang dapat dipertukarkan. Tetapi barang dalam Islam adalah barang yang dapat dipertukarkan dan berdaya guna secara moral (Choudhury, 1991). Dari Abu Daarda r.a., ia berkata, ”Rasulullah s.a.w. bersabda, “Sesungguhnya rezeki itu akan mencari seorang hamba sebagimana kematian mencarinya.” (HR. Ibnu Hibban, Al Bazzar, dan Arth-Thabrani dan lafazhnya, ”Sungguh rezeki itu akan mencari seorang hamba lebih banyak daripada apa yang dicari oleh ajalnya.” Dari Sa’d bin Abi Waqqash RA, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda, “Sebaik-baik dzikir adalah yang samar dan sebaik-baik rezeki adalah yang mencukupi.” (HR. Abu Awanah dan Ibnu Hibban).

Produk meliputi kualitas, keistimewaan, desain, gaya, keanekaragaman, bentuk, merek, kemasan, ukuran, pelayanan, jaminan dan pengembalian. Kualitas didefinisikan oleh pelanggan. Kualitas merupakan seberapa baik sebuah produk sesuai dengan kebutuhan spesifik dari pelanggan. Dari Jabir r.a., katanya : ”Nabi s.a.w. melarang menjual buah-buahan sebelum masak.” Lalu ditanyakan orang kepada beliau, ”Bagaimanakah buah yang masak?” Jawab Nabi s.a.w. :”Kemerah-merahan, kekuning-kuningan dan dapat dimakan seketika.” (Bukhari).

2 Replies to “Strategi Produk Nabi Muhammad SAW (1)”

Leave a Reply