Super Team

Bill Gates dan Paul Allen merintis Microsoft pada 1975. Perusahaan tersebut ketika itu masih kecil, tetapi mempunyai mimpi “Sebuah komputer di atas setiap meja kerja di setiap rumah, menjalankan perangkat Microsoft”. Microsoft menciptakan sistem operasi MS-DOS, kemudian membuat Windows (Jendela-jendela) yang terdapat di hampir setiap rumah dan kantor. Akhirnya sekarang telah terbukti, sistem operasi Windows menguasai 80 % sistem operasi dunia. Untuk menggapai mimpi tersebut. Microsoft hanya memperkerjakan orang-orang cerdas dan kemudian membentuk tim-tim kecil yang kreatif untuk mengerjakan suatu proyek dalam waktu tertentu. Setiap individu mempunyai peran yang sesuai dengan pengetahuan dan ketrampilan masing-masing. Setiap unit di perusahaan ini melakukan pekerjaan dengan pola yang relatif sama, yaitu membuat tim kerja yang relatif kecil dan secara bersama-sama menyelesaikan tugas dengan sukses.

Setiap tim kerja di Microsoft, mempunyai kebebasan untuk menentukan cara terbaik menyelesaikan tugas dengan kreativitas yang mereka miliki. Meskipun demikian tetap dibingkai oleh pedoman tertentu. Keputusan-keputusan kecil masih menjadi kekuasaan ketua tim kecil. Rancangan besar tujuan dan kegiatan proyek selalu dipresentasikan kepada semua anggota untuk dibahas bersama-sama. Setiap tim kerja mengajukan cara pendekatan yang akan digunakan untuk menyelesaikan proyek. Proposal kemudian didiskusikan dan dibahas. Proposal yang ditolak, tim kerja harus membuat proposal baru. Keberhasil Microsoft bukan semata-mata karena Bill Gates dan Paul Allen, tetapi lebih ditentukan oleh tim kerja.

Pada suatu hari, saya kedatangan tamu, yaitu Bapak Ir Azmiral, Manajer IT (Information Technology) dari PT. Phama Persada Nusantara,, anak perusahaan United Tractor. Setelah ramah tamah di ruang saya, kemudian “Selamat Pak Yanto” Pak Azmiral menyalami saya. “Kenapa Bapak memberi selamat kepada saya” jawab saya heran. “Pertama. Alumni STMIK AMIKOM Yogyakarta yang bekerja di PT. Phama Persada Nusantara terbanyak, mengungguli ITB, UI dan UGM. Kedua, selama saya bekerja di PT. Phama Persada Nusantara, baru pertamakali dalam sejarahnya, ada seorang karyawan dapat naik jabatan dalam dua tahun dua kali. Karyawan tersebut, mahasiswa Anda” kata Pak Azmiral. ”Terima kasih Pak ” jawab saya., setengah tidak percaya, kemudian saya bertanya . ”Apa keunggulan anak-anak alumni STMIK AMIKOM menurut Bapak ?” . ”Secara intelgensi anak-anak alumni STMIK AMIKOM masih kalah dengan anak-anak alumni dari ITB, UI dan UGM, tetapi anak-anak alumni STMIK AMIKOM kalau bekerja secara tim dapat mengalahkan anak-anak dari ITB, UI maupun dari UGM” jawab Pak Azmiral.

Demikian juga karyawan di STMIK AMIKOM Yogyakarta , barangkali secara individu kalah dengan karyawan perguruan tinggi swasta lainnya, tetapi secara tim karyawan STMIK AMIKOM lebih baik, sehingga merupakan satu-satunya Sekolah Tinggi di Kopertis Wilayah V yang dapat menembus angka 1400 mahasiswa baru pada tahun akademik 2003/2004. Untuk menggerakkan organisasi dengan kecepatan tinggi, bukan dengan superstar, tetapi dengan super team.

Leave a Reply