Ketentraman Jiwa Entrepreneur

By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta

Untuk mencapai jiwa yang tenteram bagi seorang Entrepreneur adalah dengan banyak mengingat Allah. Orang yang beriman kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, terpaut dengan Allah, maka orang tersebut akan banyak mengingat Allah dalam hatinya. Baik mengingat Allah dengan lisan maupun anggota badannya. Hal itu didorong oleh rasa cinta, berharap, bersandar dan bergantung kepada Allah.  Mengingat Allah dengan lisan dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, beristigfar dan berdoa. Mengingat Allah dengan anggota badannya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas dalam menafsirkan mengingat Allah, yaitu : jangan lepas mengingat Allah, baik di waktu malam dan siang, di daratan atau di lautan, di saat bepergian atau di rumah, dalam keadaan kaya atau miskin, waktu badan sehat atau sakit dan dalam keadaan sunyi atau banyak orang.
Orang yang mengingat Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat akan ditambah oleh Allah karunia dan rezkinya tanpa batas, seperti disebutkan dalam surat An Nuur ayat 37-38 : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula (oleh) jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan itu) supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Demikian pula dengan mengingat Allah akan menjadikan kita lebih baik. Dalam surat Al Jumu’ah ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika mengetahui.
Orang yang mengingat Allah juga hatinya menjadi tenteram. Seperti dalam surat Ar Ra’du ayat 28 :..(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Mengingat Allah ada permulaannya dan ada pula akhirnya. Permulaannya ketentraman dan kecintaan dan akhirnya ketentraman dan kecintaan yang dapat menjelma dan timbul dari orang yang mengingat Allah tersebut.
Demikian pula orang yang mengingat Allah, akan diingat oleh Allah, disebut oleh Allah dan bersama Allah. Jika Allah telah mengingat seorang hamba, maka hal itu merupakan bimbingan dan petunjuk untuk meraih awal kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Dalam hadits qudsi, Rasulullah s.a.w. bersabda : Allah s.w.t. berfirman : Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku berjalan, niscaya Aku akan datang kepadanya berlari-lari kecil (Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya dengan lupa mengingat Allah, kita akan termasuk orang yang rugi. Allah berfirman dalam surat Al Munaafiquun ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

Leave a Reply