ETIKA BISNIS ISLAM: AL QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN (2)

ETIKA BISNIS ISLAM: AL QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN (2)

By M. Suyanto

Al Qur’an, menurut Karen Armstrong yang paling besar dari semua tanda adalah Al Qur’an itu sendiri, yang bagian terkecilnya disebut ayat, mempunyai gaya bahasa yang padat, penuh kiasan dan ungkapan-ungkapan tidak langsung. Dr. Maris, seorang warga negara Perancis yang sangat terkenal, berkata, “Sesungguhnya Al-Qur’an adalah kitab terbaik yang dikeluarkan oleh Zat Yang Maha Penolong untuk umat manusia.”

Bosourt Smith, seorang warga negara Inggris yang cukup dikenal, berkata di dalam bukunya Hayatu Muhammad (Kehidupan Muhammad), “Termasuk di dalam nasib baik sejarah bahwa Muhammad telah menanamkan fondasi pada satu waktu, tiga perkara yang merupakan hal-hal besar dan perbuatan-perbuatan mulia. Yaitu, dirinya sebagai pendiri suatu kekuasaan, dan suatu agama. Bahkan di samping itu, dirinya pun sebagai seorang nabi. Sehingga, sekalipun ia tidak dapat membaca dan menulis, tetapi ia dapat mendatangkan suatu kitab sebagai bukti kefasihan, undang-undang syariat, shalat, dan agama, didalam satu waktu yang bersamaan.”

Missou Jiboun berkata, “Al Qur’an tidak terbatas pada batasan-batasan tertentu. Ia adalah undang-undang dasar. Bukan hanya untuk dasar-dasar agama, akan tetapi juga untuk hukum-hukum pidana dan perdata, bahkan untuk syariat-syariat yang menyangkut hajat kehidupan manusia serta pertauran-peraturan yang menetapkan urusan-urusannya. Sesungguhnya syariat Muhammad benar-benar mencakup seluruh manusia di dalam pelaksanaan hukum-hukumnya; baik hina. Ia adalah syariat yang mencakup seluruh hukum, syariat yangpaling sempurna. Tidak terdapat satu syariat pun di dunia yang sama dengannya.”

Missou Karlile berkata, “Al Qur’an adalah kitab yang tidak terdapat keragunan di dalamnya. Sesungguhnya hati yang jujur dan mulia, serta niat yang terhormat telah menunjukkan kepadaku akan keistimewaan Al Qur’an. Keistimewaan yang merupakan awal dan akhir. Keistimewaan yang didapatkan di dalam kitab yang merupakan sumber seluruh kemuliaan yang beraneka ragam. Bahkan tidak hanya itu, ia juga merupakan kitab yang disebutkan di dalamnya, “Maka hendaklah berlomba-lomba (di dalam kebaikan) orang-orang yang berlomba-lomba’ dan hal itu, karena di dalamnya terdapat kemuliaan-kemuliaan yang bermacam-macam.”

Dr M. Ahnou (Konsul Jepang di Mesir) berkata, “Sesungguhnya, jika seluruh kaum muslimin; baik itu yang ada di barat maupun di Timur, berpegang teguh kepada apa-apa yang diajarkan Al-Qur’an, maka cukuplah itu semua sebagai sebab kemajuan mereka di seluruh sisi kehidupan; baik itu sosial, sastra, agama, maupun politik. Hal itu karena di dalam Al-Qur’an telah disebutkan tentang umat-umat yang terdahulu dan umat-umat yang ada sekarang. Ia adalah kitab yang sempurna, dan mencakup segala sesuatu. Saya mengetahui hal ini dari berbagai Al-Qur’an terjemahan, hanya saja yang saya gunakan saat ini adalah Al-Qur’an dalam terjemahan bahasa Inggris. Saya telah benar-benar mempelajarinya, dan saya sangat kagum terhadap apa-apa yang terdapat di dalamnya dari hukum-hukum yang sangat jelas dan aturan-aturan muamalah yang sangat bijak. Dan, saya pun sangat kagum terhadap kepedulian kaum muslimin pada agama mereka, dan sangat takjub terhadap kesungguhan mereka di dalam berusaha untuk meninggikan agamanya. Seandainya saja mereka dapat berjalan sesuai dengan ajaran Al-Qur’an, maka tidak diragukan lagi, niscaya mereka akan sampai kepada tujuan yang diinginkan mereka.”


Leave a Reply