KUNJUNGAN KE NANYANG TECHNOLOGY UNIVERSITY ; Kalau Cocok, Tak Masalah Adopsi Kurikulum

KUNJUNGAN KE NANYANG TECHNOLOGY UNIVERSITY ; Kalau Cocok, Tak Masalah Adopsi Kurikulum

16/07/2008 08:05:39 PERKEMBANGAN ilmu pengetahuan dan teknologi informasi (TI) menuntut perguruan tinggi berbasis teknologi untuk selalu siap melakukan perubahan untuk mengembangkan diri. Khususnya dalam penyusunan kurikulum, tak bisa kaku, namun harus dinamis, mengikuti trend dan perkembangan tuntutan pasar global, khususnya industri dunia kerja. “Kalau perlu mengadopsi kurikulum dari luar negeri, yang sekiranya pas dan cocok. Sehingga, lulusannya nanti bisa bekerja tak hanya di dalam negeri namun juga diakui keahliannya di luar negeri,” kata Dr M Suyanto, Ketua STMIK Amikom, Yogya, kepada KR, saat mengunjungi Nanyang Technology University/NTU, Singapura, belum lama ini.

Di sela-sela menghadiri undangan mengikuti event pameran produk teknologi informasi di Singapura, M Suyanto menyempatkan diri untuk mengunjungi kampus NTU, dan mempelajari kurikulum yang dikembangkan NTU yang dikenal sebagai universitas riset dengan penguatan pada bidang sains dan teknologi tersebut.

NTU yang mengembangkan 12 sekolah yang dikelola di bawah 4 lembaga dan 2 unit otonom tersebut, saat ini melaju menjadi pendidikan berkualitas global yang telah meluluskan lebih dari 8.600 orang dan kini memiliki 19.100 mahasiswa.

Suyanto mengamati, ada cukup banyak kurikulum yang bisa diadopsi untuk Indonesia pada umumnya, dan untuk STMIK Amikom pada khususnya. Disebutkan misalnya, program Master of Science untuk bidang Digital Media Technology, yang mengedepankan konsep pendidikan untuk mengembangkan, mendesain dan menerapkan proyek di bidang digital media.

Unggulan dari program ini, adalah perpaduan teori dan proses pembelajaran berbasis aktivitas memungkinkan lulusannya benar-benar mampu mengembangkan kompetensi dan keterampilannya. “Mungkin program inilah yang antara lain akan kami adopsi untuk mengembangkan program Magister di STMIK Amikom,” kata Suyanto.

Baginya, mengadopsi kurikulum dari perguruan tinggi luar negeri sebenarnya tak masalah, sejauh memang bisa dipadukan dengan kebutuhan dalam negeri. (Rsv)-g–(KR)

Leave a Reply