Belajar Menjadi Entrepreneur dari Kaum Lakhmi (3)

By M. Suyanto

Keterkaitan bangsa ini dengan bangsa Romawi memungkinkan masuknya berbagai pengaruh kebudayaan Romawi ke Hirah, termasuk agama Kristen yang kemudian dianut oleh anggota keluarga kerajaan ini. Hind, ibu ’Amr, adalah seorang permaisuri Kristen kerajaan Gassan; yang lainnya mengatakan permaisuri kerajaan Kindah. Di ibu kota kerajaannya, ia membangun sebuah biara khusus wanita yang bertahan hingga abad kedua Islam. Yaqut mewariskan kepada kita sebuah catatan berisi pengakuan Hind. Dalam tulisan itu, Hind menyebut dirinya sebagai ”pembantu hamba-Nya.” Bahwa terdapat orang-orang Kristen di antara penduduk yang menganut ajaran Suriah Timur ditunjukkan dengan banyaknya rujukan terhadap pendeta dari Hirah yang alah satu di antaranya hidup pada 410 M. Raja terakhir Dinasti Lakhmi adalah al-Nu’man III, Abu Qabus (± 580-602), putra al-Mundzir IV. Ia adalah penyokong seorang penyair terkenal al-Nabighah al-Dzubyani sebelum diasingkan ke Hirah karena tuduhan palsu.

Peradaban Arab di Hirah, yang berhadapan dengan Persia, tidak mencapai tingkat peradaban setinggi peradaban Arab di Petra, Palmyra dan Gassan yang berada di bawah pengaruh Suriah Bizantium. Orang-orang Arab di Hirah sehari-harinya berbicara dalam bahasa Arab, tetapi menggunakan tulisan Suriah, seperti halnya orang-orang Nabasia dan Palmyra yang berbicara bahasa Arab dan menulis dengan huruf Aramaik. Orang-orang Kristen di dataran rendah Efrat berperan sebagai guru yang mengajarkan membaca, menulis dan beragama kepada orang-orang Arab pagan. Dari Hirah, pengaruh itu menyebar ke semenanjung Arab. Ada orang-orang berpendapat bahwa gereja Suriah di Hirah itulah yang telah memperkenalkan agama Kristen ke Najran. Menurut berbagai riwayat yang disebutkan oleh Ibn Rustah, orang-orang Quraisy memperoleh ketrampikan menulis dan sistem keyakinan yang keliru dari Hirah. Dari sini jelas terlihat bahwa budaya Persia masuk ke Semenanjung melalui kerajaan Arab Lakhmi.

Setelah al-Nu’man, Iyas ibn Qabishah dari Tahyyi berkuasa (602-611), tetapi ia didampingi oleh seorang Persia yang mengendalikan pemerintahan,. Tanpa diduga sebelumnya raja-raja Persia secara ceroboh menghapus sistem kerajaan protektorat Arab dan mengangkat seorang gubernur Persia yang menjadi atasan para pemimpin Arab. Seperti itulah kondisinya hingga 633 ketika Khalid ibn al-Walid yang memimpin pasukan Islam menaklukkan Hirah, kaum Lakhmi sepakat untuk bergabung dengan Islam. Hal inilah merupakan faktor utama yang melatarbelakangi jatuhnya Dinasti Sasania terhadap Muslim dan akhirnya pasukan Islam menundukkan Persia.


Leave a Reply