<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Suyanto Consulting</title>
	<atom:link href="http://msuyanto.com/baru/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://msuyanto.com/baru</link>
	<description>Suyanto Consulting</description>
	<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 08:02:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Umpan-balik Mempertajam Kreatifitas</title>
		<link>http://msuyanto.com/baru/?p=2089</link>
		<comments>http://msuyanto.com/baru/?p=2089#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 07:39:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketuaamikom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[kegagalan]]></category>

		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>

		<category><![CDATA[sikap mental positif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msuyanto.com/baru/?p=2089</guid>
		<description><![CDATA[By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta
Tulisan sebelumnya telah membahas bahwa sesungguhnya kegagalan itu tidak ada, ketika masih kecil tidak mempunyai konsep kegagalan, dan kegagalan itu memberi informasi dan umpan balik, sehingga hanya mengenal konsep kesuksesan, kreatifitas, berani mencoba, konsep motivasi, konsep bangkit kembali, konsep kreatifitas, konsep kepasrahan diri dan segudang konsep lain yang sangat luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://msuyanto.com/biografi.php?itemid=6">M. Suyanto</a>, <a href="http://www.amikom.ac.id">STMIK AMIKOM Yogyakarta</a></p>
<p>Tulisan sebelumnya telah membahas bahwa sesungguhnya <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">kegagalan </a>itu tidak ada, ketika masih kecil tidak mempunyai konsep <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">kegagalan</a>, dan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">kegagalan</a> itu memberi informasi dan umpan balik, sehingga hanya mengenal konsep kesuksesan, kreatifitas, berani mencoba, konsep motivasi, konsep bangkit kembali, konsep kreatifitas, konsep kepasrahan diri dan segudang konsep lain yang sangat luar biasa yang menjadikan manusia sebagai makhluk pilihan Tuhan untuk menjadi pemimpin di bumi.<span id="more-2089"></span></p>
<p><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">Kegagalan </a>sesungguhnya dapat memberi umpan balik untuk mempertajam kreatifitas, bila kembali menggunakan konsep ketika kita masih kecil. George Land melaporkan dalam Break-Point and Beyond, bahwa kreativitas anak usia 5 tahun mencetak skor 98 %, anak usia 10 tahun mencetak skor 32 %, anak usia 15 tahun mencetak skor 10 %, dan orang dewasa usia 42 tahun mencetak skor hanya 2 %. Betapa tingginya skor kreatifitas anak usia 5 tahun dan sebaliknya betapa rendahnya skor kreatifitas orang dewasa yang usianya 42 tahun, kecuali mereka sejak kecil telah diasah kratifitasnya. Dengan demikian kita harus belajar banyak tentang kreatifitas kepada anak yang berusia 5 tahun ke bawah dan bahkan perlu untuk menjadi anak usia 5 tahun ketika mengalami kegagalan.<br />
Anak kecil belum mengenal ejekan, cemoohan, hinaan dan bahan tertawaan dari orang. Merekan melihat masalah tersebut dengan cara sederhana, menyegarkan dan tanpa prasangka. Saya bersama-sama kawan sudah terbiasa diejek, dicemooh, dihina dan dijadikan bahan tertawaan dari orang, barangkali saya bersama kawan-kawan tersebut seperti anak kecil yang suka bermimpi. Ketika bimbingan tes hanya mempunyai 2 orang siswa, sambil mengatakan besok yang mendaftar antri seperti yang mendaftar tes masuk Perguruan Tinggi Negeri, hampir semua orang mengejek, mencemooh, menghina dan mentertawakan secara sinis. Sekarang siswa bimbingan tes itu mencapai 320.000 orang, saya yakin juga tetap mentertawakannya, tetapi dengan wajah dan hati yang berbeda. Demikian pula ketika mendirikan perguruan tinggi dengan gedung seperti rumah, karena memang rumah dan sewanya belum di bayar, karena memang tidak mempunyai uang, saya mengatakan ingin menjadi perguruan tinggi komputer terbaik di Indonesia.  Hampir semua orang mengejek, mencemooh, menghina dan mentertawakan sambil menambah ejekan, <a href="http://amikom.ac.id">AMIKOM </a>adalah Akademi Mini KOMpo. Sekarang perguruan tinggi ini menjadi percontohan dunia versi UNESCO yang dikelola dengan model private entrepreneur.<br />
Menurut Abraham Maslow, sifat yang dimiliki anak kecil belum mengenal ejekan, cemoohan, hinaan dan bahan tertawaan dari orang sering hilang ketika dewasa, yang terbukti dari hasil skor kreatifitas yang ditemukan George Land. Sifat kreatif nyaris memiliki arti sama dengan kesehatan, aktualisasi diri dan sifat manusiawi yang lengkap. Sifat-sifat yang dikaitkan dengan kreativitas ini adalah fleksibilitas, spontanitas, keberanian, berani membuat kesalahan, keterbukaan dan rendah hati. Saya menyarankan ketika mengalami kegagalan, maka kita lebih baik menjadi anak kecil yang tidak mengenal ejekan, cemoohan, hinaan, bahan tertawaan dari orang dan dapat melihat kegagalan tersebut dengan cara sederhana, menyegarkan dan tanpa prasangka. Bila itu sudah dapat kita lakukan, biasanya kita melompat ke depan sendirian yang dapat mengejutkan orang lain, menjadi manusia yang sangat kreatif dan tidak mengenal konsep kegagalan. “Kreativitas merupakan ciri dari tokoh-tokoh dunia yang telah mengaktualisasikan dirinya” kata Abraham Maslow.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msuyanto.com/baru/?feed=rss2&amp;p=2089</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (33)</title>
		<link>http://msuyanto.com/baru/?p=2044</link>
		<comments>http://msuyanto.com/baru/?p=2044#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 22:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketuaamikom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Sukses Pengusaha Kecil]]></category>

		<category><![CDATA[Bagi Orang Biasa]]></category>

		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>

		<category><![CDATA[menjadi entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[STMIK AMIKOM Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msuyanto.com/baru/?p=2044</guid>
		<description><![CDATA[By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta
Setelah memiliki sikap mental positif sebagai landasan untuk menjadi entrepreneur, menciptakan mimpi dan berusaha mengejarnya, mengambil langkah dengan memulai bisnis tanpa uang, mengetahui rahasia atau strategi melambungkan bisnis, maka langkah kelima adalah menerima kegagalan sebagai pelajaran. Kegagalan merupakan label yang seringkali kita hubungkan dengan suatu tindakan yang tidak berhasil dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://msuyanto.com/biografi.php?itemid=6">M. Suyanto</a>, <a href="http://www.amikom.ac.id">STMIK AMIKOM Yogyakarta</a></p>
<p><span lang="SV">Setelah memiliki <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1817#more-1817">sikap mental</a> positif sebagai landasan untuk menjadi <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=622">entrepreneur</a>, menciptakan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=616">mimpi</a> dan berusaha mengejarnya, mengambil langkah dengan memulai <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=838">bisnis</a> <a href="http://msuyanto.com/baru/?cat=65">tanpa uang</a>, mengetahui rahasia atau <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124">strategi </a>melambungkan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=838">bisnis</a>, maka langkah kelima adalah menerima <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">kegagalan</a> sebagai pelajaran. </span><span><a href="http://">Kegagalan</a> merupakan label yang seringkali kita hubungkan dengan suatu tindakan yang tidak berhasil dan begitu diterapkan, label ini membuat kita dikatakan orang yang tidak mampu atau orang yang <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">gagal</a>. Hal ini menurunkan semangat kita untuk menjadi orang yang <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">sukses</a>.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span><span id="more-2044"></span>Pada saat kita masih kecil, <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">kegagalan</a> tidak mempunyai makna, karena kita tidak mempunyai konsep “<a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">kegagalan</a>”. Jika kita memiliki konsep <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">kegagalan</a>, maka kita tidak akan dapat berbicara, karena kita hanya dapat menangis. Bila kita ingin minum susu ibu, maka kita cukup menangis, ibu kita sudah tahu. Bila kencing, kedinginan ataupun kepanasan cukup menangis langsung direspon oleh orang tua. Mulai sepatah kata yang tidak jelas meluncur dari mulut, meskipun tidak jelas kedua orang tua kita tidak menganggap bahwa merupakan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">kegagalan</a>, bahkan sebaliknya merupakan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">keberhasilan,</a> mereka sudah sangat senang, sehingga akhirnya kita dapat berbicara.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span><span> </span>Demikian pula dari hanya bisa tidur terlentang, tengkurap, duduk, mulai merangkak, latihan berjalan dengan jatuh tidak terhitung jumlahnya. Orang di sekitar tidak mencemooh ketika jatuh, tidak mencaci ketika menangis kesakitan, tetapi memeluk, menciumi, menimang-nimang, menghibur, memotivasi untuk belajar berjalan kembali dengan susah payah, tetapi akhirnya kita dapat berjalan. Andaikata pada waktu kecil, kita mempunyai konsep “kegagalan” maka kita tidak akan pernah dapat berbicara, berjalan, menulis, membaca dan sebagainya. Kita sangat beruntung dan bersyukur kepada Allah mempunyai orang tua yang tidak mengajarkan konsep “kegagalan” ketika masih kecil. Memanglah, sesungguhnya <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">kegagalan</a> itu “tidak ada”, yang ada hanyalah hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan atau kegagalan itu hanyalah merupakan umpan balik untuk menggapai kesuksesan atau kegagalan itu hanyalah suatu informasi yang kita butuhkan dan berusaha untuk menggali lebih dalam agar kita dapat memanfaatkan untuk meraih <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">kesuksesan</a>.<span> </span></span></p>
<p><span><span> </span>Pengalaman saya ketika pertama kali diajarkan berjualan kedondong oleh Nenek saya, maka saya berjualan kedodong berangkat pagi menuju sekolah, kemudian menggelar selembar koran dan menjajakan kedondong di atas koran tersebut. Dari jam 6 pagi sampai jam 7 pagi, saat lonceng tanda masuk sekolah dibunyikan, tidak seorangpun yang membeli kedondong saya. Kemudian dagangan saya tersebut saya kemasi, kedondong bersama koran sebagai alas untuk berjualan, saya masukkan ransel sekolah. Dalam bahasa kita, tidak ada yang membeli adalah “kegagalan”, tetapi sesungguhnya memberi umpan balik atau informasi, tidak ada yang membeli kedodong di pagi hari, karena takut makan kedodong kalau perutnya sakit atau informasi bahwa karena pagi hari sudah sarapan, maka sudah kenyang dan sebagainya. Ketika waktu istirahat tiba, saya menggelar dagangan kembali. Ada dua gadis kecil kawan saya sekelas yang membeli kedondong, barangkali kasihan sama saya. “Berapa Yan harganya?” mereka bertanya. “Lima rupiah dapat tiga” jawab saya. “Diibuhi ya?” mereka meminta tambahan. “Ya. Silakan” jawab saya. Dua gadis kecil itulah yang membeli kedondong saya. Dari situlah, Yanto kecil itu tidak lagi menjual kedodong di pagi hari, ia akhirnya menjual kedodong di siang hari atau di sore hari. Demikian pula dalam dunia bisnis, kita juga dapat menggunakan konsep yang tidak mengenal <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1375">kegagalan</a> seperti pada saat masa kecil, maka Insya Allah kita akan berhasil dalam mengelola bisnis. </span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msuyanto.com/baru/?feed=rss2&amp;p=2044</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (32)</title>
		<link>http://msuyanto.com/baru/?p=2040</link>
		<comments>http://msuyanto.com/baru/?p=2040#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 22:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketuaamikom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Sukses Pengusaha Kecil]]></category>

		<category><![CDATA[Bagi Orang Biasa]]></category>

		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>

		<category><![CDATA[menjadi entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[STMIK AMIKOM Yogyakarta]]></category>

		<category><![CDATA[Strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msuyanto.com/baru/?p=2040</guid>
		<description><![CDATA[By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta

Salah satu strategi yang dipakai perguruan tinggi kecil agar dikenal di masyarakat adalah mengikuti berbagai pertandingan baik dalam bidang yang perguruan tinggi itu unggul atau bidang lainnya. STMIK AMIKOM Yogyakarta menggunakan strategi ini, mengikuti berbagai kejuaraan yang berkaitan dengan bidang teknologi informasi dan komunikasi maupun yang tidak ada kaitannya dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://msuyanto.com/biografi.php?itemid=6">M. Suyanto</a>, <a href="http://www.amikom.ac.id">STMIK AMIKOM Yogyakarta</a></p>
<p><!--StartFragment--></p>
<p class="MsoNormal"><span>Salah satu <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124">strategi</a> yang dipakai perguruan tinggi kecil agar dikenal di masyarakat adalah mengikuti berbagai pertandingan baik dalam bidang yang perguruan tinggi itu unggul atau bidang lainnya.<span> </span><a href="www.amikom.ac.id">STMIK AMIKOM Yogyakarta</a> menggunakan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124">strategi</a> ini, mengikuti berbagai kejuaraan yang berkaitan dengan bidang teknologi informasi dan komunikasi maupun yang tidak ada kaitannya dengan dengan bidang teknologi informasi dan komunikasi.<span> <span id="more-2040"></span></span>Perguruan tinggi kecil biasanya mempunyai mahasiswan yang secara intelektual realtif di bawah perguruan tinggi besar, tetapi di antara sebagian kecil dari mereka kalau kita dapat memotivasi, mereka juga dapat bersaing dengan mahasiswa di perguruan tinggi besar.<span> </span>Setelah mahasiswa itu terpilih secara alami, kemudian diikutkan lomba. Di samping mahasiswa, dosen juga kita motivasi untuk menghasilkan karya professional. Karya professional dosen juga kita fasilitasi untuk mendapat penghargaan. Dari tempat lomba satu ke tempat lomba lain yang kita peroleh adalah kekalahan, bukan kemenangan, karena kita sebuah perguruan tinggi kecil yang belum berpengalaman dan belum banyak dikenal. Kekalahan demi kekalahan itulah yang membuat kita mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, yang dapat kita pakai sebagai pelajaran dan memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri. Kita dapat belajar dari apa yang diinginkan dewan yuri agar memperoleh penghargaan dan juga dapat belajar dari para pemenangnya. Akhirnya kita dapat mengetahui kekuatan peruruan tinggi besar yang setahap demi setahap kita contoh dan kelemahan perguruan tinggi besar<span> </span>yang menjadikan peluang bagi kita. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Demikian pula pada perusahaan, kita dapat belajar dari perusahaan pemimpin pasar dari segi kekuatan dan kelemahannya. Kekuatan perusahaan besar atau perusahaan pemimpin pasar merupakan ancaman bagi perusahaan kecil, tetapi dapat kita pakai sebagai pelajaran untuk kita contoh. Sehebat-hebat perusahaan besar tidak ada yang sempurna, pasti punya kelemahan. dan kelemahan perusahaan besar tersebut sebagai peluang untuk dapat dimanfaatkan perusahaan kecil agar dapat bersaing dengan perusahaan besar tersebut. </span></p>
<p><span><span> </span>Perjalanan yang panjang untuk memperoleh penghargaan harus dilalui, tidak seperti membalik telapak tangan saja, instan.<span> </span>Setelah sepuluh tahun, mulai menunjukkan hasil, meskipun kita dari perguruan tinggi yang biasa direndahkan. Alumni dan sekaligus dosen kita memenangkan </span><span>Techscape Anniversary Web Contest 2004 for Situs Gratisan.com dan juga Oto Web Contest Sumitomo Corporation 2006. Pada 2006, banyak penghargaan diperoleh, 2 penghargaan dari Asia Pacific Economic Cooperation Digital Opportunity Center sebagai The Best E-Practice, 2 penghargaan Merit dari Indonesia ICT Award yang akhirnya mewakili Indonesia pada Asia Pacific Information and Communication Technology di Macau. Pada 2008, juara pertama penelitian terintegrasi bidang ICT Depkominfo, Runner Up penelitian LIPI, pemenang 100 Inovasi Top Indonesia, finalis TELKOM SMART Campus dan Nominasi Urbanimation International Festival. Memetik hasi yang luar biasa, pada 2009 dengan penghargaan Platinum (juara pertama) dan penghargaan Digitalpreneur Incubation dalam TELKOM SMART Campus, pemenang Indonesia ICT Award untuk student project dan pemenang Merit untuk film animasi serta dua nominasi bidang Research and Development dan Open Source yang akhirnya mewakili Indonesia kembali untuk bertarung di Australia. Sebagian besar prestasi kita dimuat di berbagai media cetak maupun elektronik, baik lokal maupun nasional dan termasuk pemberitaan online. Itulah salah satu strategi perguruan tinggi kecil untuk melambungkan citranya.</span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msuyanto.com/baru/?feed=rss2&amp;p=2040</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (31)</title>
		<link>http://msuyanto.com/baru/?p=2022</link>
		<comments>http://msuyanto.com/baru/?p=2022#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 22:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketuaamikom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Sukses Pengusaha Kecil]]></category>

		<category><![CDATA[Bagi Orang Biasa]]></category>

		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>

		<category><![CDATA[menjadi entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msuyanto.com/baru/?p=2022</guid>
		<description><![CDATA[By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta

Strategi AMIKOM Yogyakarta yang berawal dari peruguruan tinggi sangat kecil yang dimulai tidak menggunakan uang tunai dengan gedung sangat sederhana yang belum dibayar sewanya dengan menggunakan cara baru dalam mendidik mahasiswanya, yaitu pendidikan yang lebih menekankan sikap mental dan ketrampilan daripada pengetahuan. Demikian pula dalam memperoleh mahasiswa dengan menggunakan konsentrasi baru seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://msuyanto.com/biografi.php?itemid=6">M. Suyanto</a>, <a href="http://www.amikom.ac.id">STMIK AMIKOM Yogyakarta</a></p>
<p><!--StartFragment--></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124">Strategi</a><span> </span><a href="http://www.amikom.ac.id/">AMIKOM Yogyakarta</a><span> yang berawal dari peruguruan tinggi sangat kecil yang dimulai </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?cat=65">tidak menggunakan uang tunai</a><span> dengan gedung sangat sederhana yang belum dibayar sewanya dengan menggunakan cara baru dalam mendidik mahasiswanya, yaitu </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=802">pendidikan</a><span> yang lebih menekankan </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1817#more-1817">sikap menta</a><span>l dan ketrampilan daripada pengetahuan.<span> <span id="more-2022"></span></span>Demikian pula dalam memperoleh mahasiswa dengan menggunakan konsentrasi baru seperti E-Commerce, Multimedia, Jaringan Internet yang tidak ada di kurukulum nasional atau di perguruan tinggi yang dipakai sebagai acuan perguruan tinggi lain, ketika itu dan konsentrasi film kartun pada saat sekarang, sekaligus menyediakan laboratorium dunia kerja atau menyediakan beberapa perusahaan untuk magang mahasiswa sesuai dengan bidang konsentrasinya yang tidak banyak dilakukan perguruan tinggi lain ketika itu, mencoba untuk keluar dari </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124">strategi</a><span> samudra merah menuju</span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124"> strategi</a><span> yang oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne disebut sebagai </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124">strategi</a><span> samudra biru. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Menurut pengamatan saya, yang mungkin saja bisa salah, </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124">strategi</a><span> perguruan tinggi saat ini kebanyakan menggunakan </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124">strateg</a><span>i samudra merah. </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124">Strategi</a><span> samudra merah mempunyai beberapa ciri. Pertama, dalam bersaing dalam pasar yang sudah ada dan ruang pasar yang sudah dikenal. Kedua, dalam</span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124"> strategi</a><span> samudra merah perguruan tinggi menggunakan aturan persaingan yang telah diketahui dan berusaha mengalahkan lawan mereka demi memperoleh mahasiswa yang lebih banyak. Ketika pasar sesak, prospek keuntungan dan pertumbuhan berkurang. Persaingan sangat ketat yang dapat mengubah samudra merah menjadi samudra penuh darah, yang kalah mati, yang menang pingsan. Banyak perguruang tinggi yang tidak mampu bersaing berguguran, sedangkan yang merasa menang dalam persaingan merasa sempoyongan. Ketiga, perguruan tinggi hanya mengekploitasi pasar yang sudah ada dengan menggunakan strategi pemasaran yang itu-itu saja dan pasar yang dibidik juga itu-itu saja, tidak berpikir untuk menciptakan pasar yang lebih luas atau menciptakan pasar yang baru.<span> </span>Keempat, memilih antara nilai yang diperoleh pelanggan dan biaya yang harus dikeluarkan pelanggan atau dengan kata lain, perguruan tinggi hanya bisa menciptakan nilai lebih tinggi bagi pelanggan dengan biaya lebih tinggi atau menciptakan nilai lumayan dengan biaya lebih rendah. Kelima,<span> </span>dengan demikian perguruan tinggi dengan menggunakan strategi samudra merah harus membuat pilihan, menggunakan strategi strategi diferensiasi atau biaya rendah.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Sebaliknya perguruan tinggi yang menggunakan </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124">strategi</a><span> samudra biru berusaha melakukan beberapa hal. Pertama, menciptakan pasar yang belum ada pesaingnya dan belum terjelajahi. Kedua, untuk berkembang tidak perlu bersaing atau tidak punya pesaing atau membuat persaingan itu tidak relevan dengan inovasi nilai atau menciptakan lompatan nilai bagi pembeli dan institusi, sehingga membuka peluang pasar baru tanpa pesaing.<span> </span>Ketiga, perguruan tinggi dengan strategi samudra biru berusaha dan menciptakan dan menangkap permintaan baru. Keempat, perguruan tinggi dengan strategi samudra biru mendobrak pertukaran nilai-biaya dengan inovasi nilai. Inovasi nilai bukan teknologi super canggih dan kecepatan memasuki pasar, tetapi inovasi nilai terjadi hanya ketika perguruan tinggi memadukan inovasi dengan manfaat, besarnya biaya kuliah dan posisi biaya yang dikeluarkan institusi. Kelima, </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124">Strategi</a><span> samudra biru mengejar diferensiasi dan biaya rendah secara bersamaan bertumpu pada pengalaman di bidang pendidikan yang diciptakan. </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124">Strategi</a><span> samudra biru dapat dipakai oleh perguruan tinggi kecil atau besar, digunakan perguruan tinggi papan atas atau papan bawah, yang berteknologi tinggi atau tidak oleh bahkan peruruan tinggi yang program studinya diminati atau yang tidak, sehingga dapat dipakai oleh semua perguruan tinggi.</span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msuyanto.com/baru/?feed=rss2&amp;p=2022</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (30)</title>
		<link>http://msuyanto.com/baru/?p=2018</link>
		<comments>http://msuyanto.com/baru/?p=2018#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 22:13:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketuaamikom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Bagi Orang Biasa]]></category>

		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>

		<category><![CDATA[menjadi entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msuyanto.com/baru/?p=2018</guid>
		<description><![CDATA[By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta

Demikian pula pendirian Time Excellindo Computer Shop. Perusahaan tersebut berdiri atas inisiatif staf bengkel komputer. Berawal dari bengkel tempat latihan mahasiswa dan staf memperbaiki komputer yang rusak, mulai dari komputer laboratorium, komputer staf dan komputer mahasiswa. Bengkel tersebut sebagai laboratorium dunia kerja bagi mahasiswa Jurusan Teknik Informatika. Saya hanya berpikir sederhana, kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://msuyanto.com/biografi.php?itemid=6">M. Suyanto</a>, <a href="http://www.amikom.ac.id">STMIK AMIKOM Yogyakarta</a></p>
<p><!--StartFragment--></p>
<p class="MsoNormal"><span>Demikian pula pendirian Time Excellindo Computer Shop. Perusahaan tersebut berdiri atas inisiatif staf bengkel komputer. Berawal dari bengkel tempat latihan mahasiswa dan staf memperbaiki komputer yang rusak, mulai dari komputer laboratorium, komputer staf dan komputer mahasiswa. Bengkel tersebut sebagai laboratorium dunia kerja bagi mahasiswa Jurusan Teknik Informatika. Saya hanya berpikir sederhana, kalau mahasiswa tidak memperoleh pekerjaan, paling tidak mereka dapat meperbaiki komputer dan dapat merakit komputer. Siapa tahu mereka menjadi </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=622">pengusaha</a><span> komputer. Kalau menjadi </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=622">pengusaha</a><span> komputer, biasanya mereka menarik adik kelasnya.<span id="more-2018"></span> Dengan demikian, AMIKOM tidak merasa kesulitan untuk mencarikan pekerjaan alumninya. Kebahagian kita adalah kalau alumni itu mendapat pekerjaan atau dapat menciptakan pekerjaan atau menjadi </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=622">pengusaha</a><span>. Beberapa alumni AMIKOM Yogyakarta banyak yang menjadi </span><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=622">pengusaha</a><span> komputer dan termasuk yang sering mendapat penghargaan dari perusahaan komponen komputer sebagai distributor dengan penjualan terbanyak di Yogyakata maupun Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Pada awalnya untuk memperbaiki komputer juga tidak bisa, tetapi lama kelamaan, karena mereka belajar akhirnya dapat memperbaiki komputer yang rusak. Setelah itu mereka belajar merakit komputer sendiri, dan akhirnya dapat merakit komputer sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dari memperbaiki komputer dan merakit komputer, mereka membeli komponen-komponen komputer, mulai dari monitor, motherboard, memory, harddisk, mouse, prosesor dan sebagainya. Mereka mulai tahu dimana membeli komponen komputer yang murah, sampai akhirnya mengetahui distributor komponen komputer yang di Yogyakarta dan Jakarta. Mereka juga telah belajar banyak bagaimana menjual komponen komputer dan komputer itu sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Sumberdaya manusianya berasal dari mahasiswa, staf dan alumni. Mereka masih polos-polos, tidak memahami manajemen dan bisnis. Meskipun demikian mereka mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar merakit dan memperbaiki komputer sambil belajar manajemen dan bisnis. Saya biasa mengajari mereka manajemen dan bisnis sambil berjalan, sedikit demi sedikit. Intinya adalah membangun relasi dan menjaga kepercayaannya. Saya selalu menekankan lebih baik mengatakan 2 minggu jadi dan ternyata hanya 1 minggu jadi daripada mengatakan 1 minggu tetapi lebih dari 1 minggu. Ketepatan waktu adalah bagian dari kepercayaan. Lebih cepat dari yang kita katakan maka pelanggan kita merasa mendapat kejutan dan merasa puas.</span></p>
<p><span><span> </span>Pak Hanafi sebagai komandannya menghadap saya sambil berkata “Bagaimana Pak Yanto, kalau bengkel kita kembangkan menjadi bengkel yang juga jualan komputer. Kita sudah bisa merakit komputer sekarang Pak.” “Silakan saja kalau Pak Hanafi jualan komputer, tetapi pasarnya siapa?” jawab saya sambil saya balik bertanya. “Mahasiswa AMIKOM dan mahasiswa di sekitar AMIKOM serta AMIKOM sendiri Pak” jawab Pak Hanafi. “Ya silakan saja. Tetapi kita tidak memodali uang lho Pak” jawab saya. “Tempat ini saja sudah cukup kok Pak” jawab Pak Hanafi. Strateginya juga sederhana, yaitu melayani pesanan dari mahasiswa tepat waktu dan bahkan lebih cepat dari waktu yang dijanjikan, sehingga mereka merasa ada kejutan dan merasa puas. Mahasiswa tersebut memberi tahu kepada kawannya dan kawannya menjadi pembeli berikutnya. Strategi pemasaran dari mulut ke mulut. Perusahaan kecil tersebut sekarang omsetnya mencapai Rp. 6 milyar rupiah per tahun. Perusahaan tersebut telah mempunyai dua cabang di Yogyakarta. </span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msuyanto.com/baru/?feed=rss2&amp;p=2018</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (29)</title>
		<link>http://msuyanto.com/baru/?p=2013</link>
		<comments>http://msuyanto.com/baru/?p=2013#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 00:18:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketuaamikom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Sukses Pengusaha Kecil]]></category>

		<category><![CDATA[Bagi Orang Biasa]]></category>

		<category><![CDATA[CCTV]]></category>

		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>

		<category><![CDATA[menjadi entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[Stockholm Challenge Award]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msuyanto.com/baru/?p=2013</guid>
		<description><![CDATA[By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta

PT. Time Excellindo yang dimulai dengan modal tanpa uang tunai tersebut mulai mendapat kepercayaan. Mulai dari pembangunan LAN di FMIPA UGM Yogyakarta untuk interkoneksi antar gedung dengan OS Novell Netware sebagai jaringan Multiple Accses dan pemenuhan lab jaringan dan aplikasi di lab. Komputer. Pembangunan jaringan data kecepatan tinggi antar gedung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://msuyanto.com/biografi.php?itemid=6">M. Suyanto</a>, <a href="http://www.amikom.ac.id">STMIK AMIKOM Yogyakarta</a></p>
<p><!--StartFragment--></p>
<p class="MsoNormal"><span>PT. Time Excellindo yang dimulai dengan modal <a href="http://msuyanto.com/baru/?cat=65">tanpa uang tunai </a>tersebut mulai mendapat kepercayaan. Mulai dari </span><span>pembangunan </span><span>LAN di FMIPA UGM Yogyakarta untuk interkoneksi antar gedung dengan OS Novell Netware sebagai jaringan Multiple Accses dan pemenuhan lab jaringan dan aplikasi di lab. Komputer. <span>Pembangunan jaringan data kecepatan tinggi antar gedung mencakup 13 gedung dengan media kabel fiber optic mutlimode 72 core untuk kebutuhan aplikasi multimedia di PPPG Kesenian Yogyakarta.<span id="more-2013"></span> </span>Instalasi Jaringan dan Operating sistem sebagai pendukung sistem informasi berbasis short messages service dan transaksi pembayaran SPP secara online bekerja sama dengan STMIK AMIKOM, Indosat, XL, Telkomsel dan Bank Mandiri.<span> Pembangunan backbone data di Yogyakarta dan Jawa Tengah meliputi wilayah sebagai berikut, Sleman, Kodya Yogyakarta, Bantul, Klaten, Solo, Purworejo, Boyolali, Sragen, Salatiga, Magelang, Semarang. Teknologi yang digunakan adalah Microwave band frekuensi 15 GHz, 7 GHz dengan kapasitas lebih dari 8 E1. Backbone tersebut digunakan berbagai aplikasi<span> </span>dan digunakan oleh beberapa Pemkab untuk pelaksanaan SIMPEKAB dan jalur internet.</span> Video Conference antara STMIK AMIKOM, Mahasiswa Katim di Yogyakarta dengan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. Instalasi backbone Internet untuk route TE Jogja – NT Net Internet Service Provider Malang - Jatim dengan menggunakan jalur Terresterial FO dan Microwave 15 GHz sebagai lastmile (transmisi) ke NT Net Internet Service Provider Malang. Instalasi backbone Internet Service Provider untuk UNLAM Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan menggunakan jalur Terresterial FO dan Microwave 15 GHz sebagai lastmile. Instalasi Jaringan berbasiskan protokol MPLS untuk UD. Muncul sebagai distributor alat perkantoran salah satunya mesin foto copy merk Canon yang tersebar di 5 kota besar yaitu Jakarta, Purwokerto, Jogjakarta, Malang, Magelang untuk jalur voice dan<span> </span>video Conference. <span>Pembangunan Cyber City Of Education di wilayah Bandung dengan teknologi Wimax menghubungkkan 20 sekolah dan dinas pendidikan sebagai jalur distribusi internet dan TV broadcast di integrasikan dengan Dikmenjur Jakarta melalui jalur VPN. </span>Pembangunan Cyber City Of Education di wilayah Malang dengan teknologi Wimax menghubungkkan direncakan 26 sekolah dan dinas pendidikan sebagai jalur distribusi internet dan tv broadcast di integrasikan dengan Dikmenjur Jakarta melalui jalur VPN. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Dipercaya pula oleh Kabupaten Sragen, untuk membangun jaringan internet yang menghubungkan antar kecamatan dan akan dikembangkan ke desa-desa. Kabupaten Sragen memperoleh penghargaan E-Government Award pada 2006 dan E-Government Award dari majalah Warta Ekonomi pada 2007 serta sekarang menjadi percontohan E-Government di Indonesia.. Demikian pula dipercaya oleh kabupaten Kebumen dan Kudus untuk membangun jaringan internet yang serupa dengan kabupaten Sragen. Kabupaten Kebumen menjadi finalis </span><em>Stockholm Challenge Award</em> (SCA) 2006.<span> Kami ikut senang dengan penghargaan tersebut Akhirnya perusahaan yang dahulu kecil yang dikelola oleh alumni dan mahasiswa tersebut memenangkan proyek pembangunan jaringan komputer dan CCTV Bandara Sukarno Hatta dan telah memperoleh penjualan sekitar Rp. 20 milyar pertahun. Strateginya sangat sederhana, karena para alumni dan mahasiswa tidak terlalu memahami manajemen, tertapi mereka hanya berusaha melayani pelanggannya dengan baik, menanggapi keluhan pelanggan dan berusaha untuk menyelsaikan masalah tersebut, sehingga pelanggannya tetap bertahan, meningkatkan jumlah pembelian dan memberikan rekomendasi pada pihak lain.</span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msuyanto.com/baru/?feed=rss2&amp;p=2013</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (28)</title>
		<link>http://msuyanto.com/baru/?p=2005</link>
		<comments>http://msuyanto.com/baru/?p=2005#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 00:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketuaamikom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Sukses Pengusaha Kecil]]></category>

		<category><![CDATA[Bagi Orang Biasa]]></category>

		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[keunggulan]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>

		<category><![CDATA[kompetitif]]></category>

		<category><![CDATA[menjadi entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msuyanto.com/baru/?p=2005</guid>
		<description><![CDATA[By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta
 
 
Setelah pasar yang dipilih, yaitu pasar industri, kemudian saya dan Pak Hanafi mulai mengatur strategi. Mengingat tidak punya biaya pemasaran yang cukup, maka saya menyarankan melakukan pemasaran dari pintu ke pintu. Saya meminta Pak Hanafi membuat brosur tentang produk yang akan dijual beserta keunggulannya serta harganya yang sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://msuyanto.com/biografi.php?itemid=6">M. Suyanto</a>, <a href="http://www.amikom.ac.id">STMIK AMIKOM Yogyakarta</a></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:DocumentProperties> <o:Template>Normal.dotm</o:Template> <o:Revision>0</o:Revision> <o:TotalTime>0</o:TotalTime> <o:Pages>1</o:Pages> <o:Words>518</o:Words> <o:Characters>2957</o:Characters> <o:Company>STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA</o:Company> <o:Lines>24</o:Lines> <o:Paragraphs>5</o:Paragraphs> <o:CharactersWithSpaces>3631</o:CharactersWithSpaces> <o:Version>12.0</o:Version> </o:DocumentProperties> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --></p>
<p><!--[endif]--> <!--StartFragment--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0.85pt 0.1pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: Times;">Setelah <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=443">pasar</a> yang dipilih, yaitu pasar industri, kemudian saya dan Pak Hanafi mulai mengatur<a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1124"> strategi</a>. Mengingat tidak punya biaya <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=443">pemasaran</a> yang cukup, maka saya menyarankan melakukan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=443">pemasaran</a> dari pintu ke pintu. Saya meminta Pak Hanafi membuat brosur tentang produk yang akan dijual beserta keunggulannya serta harganya yang sangat kompetitif. Saya juga meminta untuk menjelaskan keunggulan produk tersebut secara baik kepada bagian <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=443">pemasaran</a>, yang sebagian besar masih mahasiswa, yang belum mempunyai pengalaman. Pak Hanafi sendiri juga ikut memasarkannya. </span><span id="more-2005"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0.85pt 0.1pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: Times;">Pemasaran dari PT. Time Excellindo mulai bergerak, masuk pintu institusi satu dan institusi lain. Ternyata tidak mudah untuk menjual bandwidth. Pak Hanafi dan kawan-kawan dari Time Excellindo kemudian menghadap saya. “Sulit sekali Pak Yanto” kata Pak Hanafi. “Pengalam saya mengatakan, kalau kita mendatangi 100 institusi, maka yang mau membeli hanya 1 atau 2 institusi saja. Pak Hanafi sudah mencapai 100 institusi belum?” saya menjelaskan sambil bertanya. “Belum Pak” jawab Pak Hanafi. “Coba diteruskan lagi” sedikit saya memerintah. “Baik Pak. Saya akan coba lagi” kata Pak Hanafi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0.85pt 0.1pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: Times;">Setelah mencoba lagi memasuki beberapa institusi, mulai ada institusi yang pesan. Kemudian Pak Hanafi dan kawan-kawan menghadap saya lagi. “Pak ada yang pesan” kata Pak Hanafi.<span> </span>“Selamat. Pak Hanafi dapat menjual. Silakan Pak Hanafi melayani institusi tersebut dengan baik.” saya memberikan saran. “Terima kasih Pak” jawab Pak Hanafi. “Untuk lebih mengutamakan pelayanan daripada sekedar laku tetapi tidak dapat melayani dengan baik. Ketepatan waktu harus menjadi prioritas. Kalau Pak Hanafi berjanji satu minggu, kalau bisa sebelum satu minggu sudah selesai dalam mengerjakan prtoyek. Kalau Pak Hanafi berjanji satu minggu ternyata selesai lebih dari satu minggu, maka pelanggan akan kecewa. Maka kalau kira-kira lebih dari satu minggu, lebih baik mengatakan dua minggu, tetapi diusahakan selesai satu minggu, maka pelanggan akan merasa puas.” Kata saya sedikit menggurui. Proyek pertama tersebut hanya menggunakan jalur frekuensi yang umum, maka pengerjaan proyek tersebut dapat dilakukan dengan baik dan tepat pada waktunya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0.85pt 0.1pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: Times;">Dari satu institusi ini mulai puas dengan pelayanan PT. Time Excellindo, mulai merekomendasikan intitusi yang sejenis. Institusi yang puas biasanya akan membeli tambahan bandwidth dan merekomendasikan kepada institusi yang lain. Benarlah adanya, institusi tersebut akhirnya menambah bandwidth dan merekomendsi kepada institusi sejenisnya. Institusi yang sejenis tersebut meminta mengajukan penawaran. Pak Hanafi dan kawan-kawannya mengajukan penawaran. Penawarannya diterima, tetapi institusi ini meminta jalur frekuensi khusus. Pak Hanafi dan kawan-kawannya menyanggupinya. Setelah dikerjakan, ternyata tidak selesai pada waktu yang telah ditentukan, karena memang belum berpengalaman, hanya dikerjakan oleh mahasiswa yang masih miskin pengalaman. Pimpinan institusi tersebut sampai akhirnya telepon saya, agar saya ikut membantu menyelesaikannya. Saya berkoordinasi dengan Pak Hanafi dan kawan-kawannya. Akhirnya proyek tersebut dapat diselesaikan. Pengalaman pahit yang pertama dan pengalaman gagal yang sangat berharga bagi kawan-kawan di PT. Time Excellindo. Berkat pengalaman pahit tersebut, membuat Pak Hanafi dan kawan-kawannya melakukan koreksi dan memperbaiki diri. Saya secara khusus memohon maaf kepada institusi tersebut dan mengakui kesalahan. Pimpinan institusi tersebut memaafkan dan hubungan kita sampai saat ini berjalan dengan baik dan akhirnya proyek-proyek berikutnya mulai berdatangan. </span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msuyanto.com/baru/?feed=rss2&amp;p=2005</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (27)</title>
		<link>http://msuyanto.com/baru/?p=1994</link>
		<comments>http://msuyanto.com/baru/?p=1994#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 21:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketuaamikom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Sukses Pengusaha Kecil]]></category>

		<category><![CDATA[Bagi Orang Biasa]]></category>

		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>

		<category><![CDATA[menjadi entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msuyanto.com/baru/?p=1994</guid>
		<description><![CDATA[By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta
Demikian pula pada ketrampilan jaringan komputer, kami mendirikan PT. Time Exellindo. Perusahaan tersebut didirikan dengan cara memulai bisnis tanpa uang tunai. PT. Time Exellindo saya ambilkan dari kata Time dan Excellindo. Kata Time berasal dari Time Warner, yang merupakan sebuah perusahaan multinasional yang bermarkas di New York City. Perusahaan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://msuyanto.com/biografi.php?itemid=6">M. Suyanto</a>, <a href="http://www.amikom.ac.id">STMIK AMIKOM Yogyakarta</a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0.85pt 0.1pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><!--[if gte mso 9]><xml> <o:DocumentProperties> <o:Template>Normal.dotm</o:Template> <o:Revision>0</o:Revision> <o:TotalTime>0</o:TotalTime> <o:Pages>1</o:Pages> <o:Words>538</o:Words> <o:Characters>3072</o:Characters> <o:Company>STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA</o:Company> <o:Lines>25</o:Lines> <o:Paragraphs>6</o:Paragraphs> <o:CharactersWithSpaces>3772</o:CharactersWithSpaces> <o:Version>12.0</o:Version> </o:DocumentProperties> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><span style="font-family: Times;">Demikian pula pada ketrampilan jaringan komputer, kami mendirikan PT. Time Exellindo. Perusahaan tersebut didirikan dengan cara memulai <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=838">bisnis</a> <a href="http://msuyanto.com/baru/?cat=65">tanpa uang tunai</a>. </span>PT. Time Exellindo saya ambilkan dari kata Time dan Excellindo. Kata Time berasal dari Time Warner, yang merupakan sebuah perusahaan multinasional yang bermarkas di New York City. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1990 setelah bergabung antara Time Inc. dan Warner Communications. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam produk-produk telekomunikasi. <span id="more-1994"></span>Sedangkan Excellindo saya ambil dari perusahaan <strong>PT Excelcomindo Pratama Tbk</strong>, atau disingkat <strong>XL</strong>, adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia. XL mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Oktober 1996 dan merupakan perusahaan swasta pertama yang menyediakan layanan telepon seluler di Indonesia. XL memiliki dua lini produk GSM, yaitu XL Prabayar dan XL Pascabayar. Selain itu XL juga menyediakan layanan korporasi yang termasuk <em>Internet Service Provider</em> (ISP) dan VoIP. <span style="font-family: Times;">Saya bermipi suatu saat perusahaan ini seperti PT. Excelcomindo Pratama dalam jangka menengah dan dalam jangka panjang seperti PT.Time Warner, namanya saja ya mimpi dan disamping itu mimpi kan gratis serta tidak ada yang melarang. Kadangkala saya ditertawakan dengan nama tersebut, terlalu mengada-ada. Tidak berkaca dengan diri sendiri, tetapi meskipun dicaci, dihina atau disepelekan, saya tetap saja menyukai nama tersebut. Nama adalah cita-cita dan doa, semoga tercapai yang saya cita-citakan bersama kawan-kawan saya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0.85pt 0.1pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: Times;">Setelah mempunyai nama, yang merupakan visi dan misi perusahaan, kemudian menentukan tujuan dan sasaran. Tujuan perusahaan tersebut selain untuk menghasilkan profit juga untuk tempat magang mahasiswa. Dalam bahasa kami, sebagai laboratorium dunia kerja. Setelah magang atau bekerja di PT. Time Exellindo, kami berharap mahasiswa tersebut setelah lulus mereka profesional dalam bidang jaringan komputer dan seluk beluk tentang internet. Perusahaan ini dipimpin oleh salah seorang staf Amikom Yogyakarta dan karyawannya dari mahasiswa STMIK AMIKOM yang masih polos-polos, tetapi mempunyai semngat tinggi untuk belajar dan berkembang. PT. Time Exellindo adalah perusahaan pada awalnya bergerak dalam bidang Internet Service Provider (ISP). Bandwdith milik STMIK AMIKOM Yogyakarta sebesar 512 kb (0,5 MB), ketika itu sebagai senjata awal memulai berbisnis. Setelah ada yang pesan, barulah kta menambah bandwidth tersebut sesuai dengan pesanan. Setelah nama dibuat dan diakte notariskan, kemudian mulai berbicara tentang strategi bisnis yang akan dijalankan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0.85pt 0.1pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: Times;">“Pak saya nggak ngerti manajemen, kira-kira manajemennya bagaimana? “Tanya Pak Hanafi sebagai pimpinan tertinggi. “Pak Hanafi bersama kawan-kawan mengalir saja seperti sungai dan belajar dari ISP lain. Nanti Pak Hanafi pasti menemukan manajemen sendiri” jawab saya. “Kalau strategi menjual bandwidth kira-kira bagaimana Pak?” tanya Pak Hanafi.<span> </span>“Pertama, Pak Hanafi harus memilih apakah pasar yang dibidik pasar konsumen atau pasar industri?” jawab saya. “Pasar konsumen itu seperti apa to Pak? “ Pak Hanafi bertany lagi. “Pasar konsumen itu berjualan ke individu, retail atau kecil-kecil kita layani.” Jawab saya.<span> </span>“Kalau pasar industri seperti apa Pak?” Tanya Pak Hanafi kembali. Pasar industri itu misalnya institusi, perguruan tinggi dan sebagainya. Hanya yang besar-besar saja, termasuk mungkin kita bisa dijadikan tempat untuk kulakan ISP lainnya, sehingga yang kecil-kecil biar dilayani ISP yang ambil bandwidth dari kita. Saya sarankan untuk memilih pasar industri saja, yang dibidik sedikit, tetapi biasanya belinya besar. “Kalau begitu saya mengikuti sarannya Pak Yanto saja, memilih pasar industri.” Kata Pak Hanafi.</span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msuyanto.com/baru/?feed=rss2&amp;p=1994</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (26)</title>
		<link>http://msuyanto.com/baru/?p=1980</link>
		<comments>http://msuyanto.com/baru/?p=1980#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 23:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketuaamikom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Sukses Pengusaha Kecil]]></category>

		<category><![CDATA[Bagi Orang Biasa]]></category>

		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>

		<category><![CDATA[menjadi entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[STMIK AMIKOM Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msuyanto.com/baru/?p=1980</guid>
		<description><![CDATA[By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta
Di bidang multimedia diperkuat pula dengan mendirikan radio, yang ketika itu namanya Radio SWA FM, radio dengan segmentasi bisnis. Tujuan utama radio ini adalah memberikan pendidikan entrepreneur dan bisnis. Selain itu juga untuk magang mahasiswa. Saya sebagai pengasuh tetap pada acara tersebut. Selain ditujukan untuk masyarakat, pendidikan entrepreneur dan bisnis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:DocumentProperties> <o:Template>Normal.dotm</o:Template> <o:Revision>0</o:Revision> <o:TotalTime>0</o:TotalTime> <o:Pages>1</o:Pages> <o:Words>487</o:Words> <o:Characters>2780</o:Characters> <o:Company>STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA</o:Company> <o:Lines>23</o:Lines> <o:Paragraphs>5</o:Paragraphs> <o:CharactersWithSpaces>3414</o:CharactersWithSpaces> <o:Version>12.0</o:Version> </o:DocumentProperties> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]-->By <a href="http://msuyanto.com/biografi.php?itemid=6">M. Suyanto</a>, <a href="http://www.amikom.ac.id">STMIK AMIKOM Yogyakarta</a></p>
<p><span style="font-family: Times;">Di bidang <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1973">multimedi</a>a diperkuat pula dengan mendirikan radio, yang ketika itu namanya Radio SWA FM, radio dengan segmentasi <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=838">bisnis</a>. Tujuan utama radio ini adalah memberikan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=802">pendidikan</a> <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=622">entrepreneur</a> dan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=838">bisnis</a>. Selain itu juga untuk magang mahasiswa. Saya sebagai pengasuh tetap pada acara tersebut. Selain ditujukan untuk masyarakat, <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=802">pendidikan</a><a href="http://msuyanto.com/baru/?p=622"> entrepreneur</a> dan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=838">bisnis</a> tersebut juga untuk mahasiswa yang ingin belajar <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=838">bisnis</a>, terutama mahasiswa <a href="www.amikom.ac.id"><a href="http://www.amikom.ac.id">AMIKOM Yogyakarta</a>.</a> </span><span id="more-1980"></span><span style="font-family: Times;">Sebagian penyiar berasal dari mahasiswa kami yang memang menyukai bidang kepenyiaran, demikian pula yang menjadi reporter.<span> </span>Mahasiswa yang telah bekerja sebagai penyiar dan reporter setelah lulus terbukti mendapat pekerjaan yang cukup lumayan, bahkan ada yang bekerja pada perusahaan Jepang di Jepang.<span> </span>Saya menyebut perusahaan kami sebagai laboratorium dunia kerja.<span> </span>Hanya dengan cara yang sederhana itulah kami membuat beda dengan yang lain agar kami dikenali. Saya menyadari pentingnya kecerdasan spiritual harus dimiliki mahasiswa, maka akhirnya Radio SWA FM berubah menjadi Radio MQ FM yang banyak memberikan pendidikan spiritual dan juga tetap merekrut mahasiswa sebagai penyiar dan reporter. Pendapatan dari radio cukup lumayan, yang paling penting dapat digunakan untuk operasional. Tuntutan untuk tidak merugi dalam melaksanakan siaran, maka MQ FM berusaha untuk melakukan siaran dengan acara yang diminati pendengar dan melakukan efisiensi yang berdampak pada jumlah mahasiswa yang dapat direkrut menjadi terbatas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0.85pt 0.1pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: Times;">Saya berpikir kembali tentang bidang lain yang berkait dengan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=1973">multimedia</a> yang dapat merekrut mahasiswa lebih banyak dan yang mempunyai prospek dalam jangka panjang, yang dapat menyumbangkan dana untuk pengelolaan pendidikan. Bidang tersebut adalah bidang pertelevisian. Saya bergabung dengan RB Grup untuk memdirikan televisi lokal, berdirilah RBTV yang dapat menampung mahasiswa lebih banyak. Kami memulai dengan dana yang minimal dan peralatan sederhana dengan pancaran yang terbatas. Meskipun demikian, kami juga pernah mendapat peringkat tiga (3) TV lokal secara nasional berdasarkan <em>share audience. </em>Ketika itu kami masih khawatir kalau ijinnya tidak keluar, sehingga yang penting dapat siaran dengan acara yang baik.<span> </span>Saat ini kami sedang mempersiapkan peralatan dan mempelajari teknologi yang memadai untuk menuju TV Digital. Disamping itu untuk menambah pengetahuan dalam bidang komunikasi, karena ilmu komputer dan ilmu komunikasi dalam jangka panjang akan konvergen atau menyatu, sehingga ilmu yang diterima mahasiswa juga semakin luas. Saya juga tetap mengasuh acara bisnis di RBTV, yang juga ingin sekedar memberikan sedikit pengalaman bagi yang ingin memulai <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=838">bisnis </a>dan mengembangkan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=838">bisnisnya</a> baik kepada masyarakat maupun mahasiswa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0.85pt 0.1pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: Times;">Saya senang kalau alumni <a href="http://www.amikom.ac.id">AMIKOM </a>itu menjadi pengusaha. Biasanya alumni yang menjadi pengusaha, merekrut adik kelasnya untuk menjadi karyawan perusahaannya, sehingga meperingan tugas lembaga untuk mencarikan pekerjaan mereka. Kualitas lulusan kami ukur dengan banyaknya mahasiswa yang bekerja atau menciptakan lapangan kerja. Semakin banyak yang diterima kerja atau menjadi pengusaha, kami menganggap semakin berkualitas.<span> </span>Alumni-alumni yang telah menjadi pengusaha, biasanya kita gilir untuk memberikan pembekalan kepada calon wisudawan yang berkeinginan menjadi pengusaha. Paling tidak satu tahun empat kali sesuai dengan jadwal wisuda. </span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msuyanto.com/baru/?feed=rss2&amp;p=1980</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Bagi Orang Biasa (25)</title>
		<link>http://msuyanto.com/baru/?p=1973</link>
		<comments>http://msuyanto.com/baru/?p=1973#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 21:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketuaamikom</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kiat Sukses Pengusaha Kecil]]></category>

		<category><![CDATA[Bagi Orang Biasa]]></category>

		<category><![CDATA[best seller]]></category>

		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>

		<category><![CDATA[menjadi entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[nultimedia]]></category>

		<category><![CDATA[STMIK AMIKOM Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msuyanto.com/baru/?p=1973</guid>
		<description><![CDATA[By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta
 
 
Keunggulan dalam bidang multimedia merupakan senjata bagi AMIKOM Yogyakarta, meskipun hanya sesuatu yang sangat sederhana. Multimedia merupakan kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996) atau kombinasi tiga, yaitu suara, gambar dan teks (McCormick, 1996) atau kombinasi paling sedikit dua media input atau output dari data, dapat berupa audio, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By <a href="http://msuyanto.com/biografi.php?itemid=6">M. Suyanto</a>, <a href="http://www.amikom.ac.id">STMIK AMIKOM Yogyakarta</a></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:DocumentProperties> <o:Template>Normal.dotm</o:Template> <o:Revision>0</o:Revision> <o:TotalTime>0</o:TotalTime> <o:Pages>1</o:Pages> <o:Words>532</o:Words> <o:Characters>3037</o:Characters> <o:Company>STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA</o:Company> <o:Lines>25</o:Lines> <o:Paragraphs>6</o:Paragraphs> <o:CharactersWithSpaces>3729</o:CharactersWithSpaces> <o:Version>12.0</o:Version> </o:DocumentProperties> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --></p>
<p><!--[endif]--> <!--StartFragment--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0.85pt 0.1pt 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: Times;">Keunggulan dalam bidang multimedia merupakan senjata bagi <a href="http://www.amikom.ac.id">AMIKOM Yogyakarta</a>, meskipun hanya sesuatu yang sangat sederhana. Multimedia merupakan kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996) atau kombinasi tiga, yaitu suara, gambar dan teks (McCormick, 1996) atau kombinasi paling sedikit dua media input atau output dari data, dapat berupa audio, animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk,2002) atau merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001).  Untuk melengkapi keunggulan tersebut, saya membuat dua buku multimedia yang berjudul “Multimedia alat untuk meningkatkan Keunggulan Bersaing” dan “Analisis dan Desain Aplikasi Multimedia untuk <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=443">Pemasaran</a>” yang diterbitkan Andi Yogyakarta. </span><span id="more-1973"></span><span style="font-family: Times;">Alhamdulillah kedua buku tersebut menjadi buku <em>Best Seller. </em><span> </span>Buku tersebut tersebar pada toko buku besar di seluruh Indonesia dan pada sampulnya memuat logo dan tulisan nama penerbit dan <a href="http://msuyanto.com/baru/?p=838">AMIKOM Yogyakarta,</a> sehingga merupakan alat promosi gratis di toko-toko buku besar, yang menjadikan senjata pemasaran yang luar biasa. Untuk memperkuat kompetensi multimedia ini, kami mendirikan perusahaan yang bergerak dalam bidang pemasaran khususnya multimedia, bernama PT. Mataram Surya Visi. Perusahaan didirikan dengan memulai bisnis tanpa uang. Perusahaan tersebut juga dipakai untuk magang mahasiswa. Kami menyebutnya sebagai Laboratorium dunia kerja. Kami berharap, mahasiswa yang telah magang di perusahaan tersebut, setelah lulus mereka professional di bidang multimedia. Proyek-proyek multimedia selalu melibatkan dosen dan mahasiswa, sehingga dosen mempunyai karya professional dan mahasiswa telah mempunyai karya yang banyak sebelum selesai, sebagai portofolionya.<span> </span>Mahasiswa yang telah mempunyai portofolio yang banyak dalam karya multimedia ini, biasanya setelah lulus sangat mudah untuk mendapatkan pekerjaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0.85pt 0.1pt 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: Times;"><span> </span>PT.Mataram Surya Visi pada awalnya hanya bergerak dalam bidang multimedia dan periklanan, tetapi sekara berkembang ke bidang pemasaran yang lebih luas. Pada bidang multimedia, pada awalnya proyeknya adalah membut profil Katon Bagaskara. Itulah yang membuat PT. PT.Mataram Surya Visi dikenal di masyarakat. Kemudian mulai mendapat proyek untuk presentasi Seminar Internasional Matematika yang diadakan FMIPA dan Seminar Internasional tentang Kulit oleh Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.<span> </span>Proyek-proyek berikutnya mulai mengalir, mulai dari pembuatan iklan televisi, beberapa perguruan tinggi, termasuk <a href="http://www.amikom.ac.id">AMIKOM Yogyakarta</a> sendiri. Profil beberapa perguruan Tinggi di Jakarta, Profil BAPPENAS, Profil Direktorat Pendidikan Tinggi, Profil Hutan di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam multimedia dan Film pendek berjudul “Pelangi Senja” dari Departemen Kehutanan sampai proyek dari Kementrian Lingkungan Hidup berupa film animasi berjudul “Aku Cinta Lingkungan” (ACIL). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0.85pt 0.1pt 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: Times;"><span> </span>PT.Mataram Surya Visi<span> </span>mulai berkembang menjadi perusahaan yang bergerak dalam bidang pemasaran, mulai dari periklanan cetak, periklanan televisi, periklanan outdoor dan periklanan internet. Juga mengembangkan diri untuk memproduksi film animasi. Film animasi yang pertama diproduksi adalah JATAYU, kemudian Petualangan ABDAN yang saat ini telah mencapai 14 episode. Direncanakan 26 episode, saya sebagai penulis ceritanya. Petualangan Abdan berjudul “Pahlawan Kecil” sebagai finalis INAICTA Award 2008, “Hadiah Kejujuran” sebagai Juara II Profesional Depatemen Perindustrian dan Perdagangan dan Petualangan Abdan berjudul “Layang-layang”<span> </span>memperoleh penghargaan sebagai Nominator Urbanimation International Festival.<span> </span>Film animasi berjudul “Goodbye World” mendapatkan Merit Winner pada INAICTA 2009 di Jakarta. Saat ini sedang mempersiapkan film untuk pasar Hollywood dengan judul “AJISAKA The Chronicle of Java Island”. PT. Mataram Surya Visi selalu berdampingan dengan <a href="http://www.amikom.ac.id">AMIKOM Yogyakarta.</a> Sinergi<span> </span>anak perusahaan dan induknya dalam menggapai<span> </span>prestasi, juga ikut mengangkat nama <a href="http://www.amikom.ac.id">AMIKOM Yogyakarta.</a><span> </span>Itulah salah satu cara sederhana mengangkat “citra” dengan menghasilkan karya profesional agar kita diakui oleh para professional.</span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msuyanto.com/baru/?feed=rss2&amp;p=1973</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
