Suyanto Consulting
  ;


STRATEGI ?PREEMTIVE?
21 December 2005 | Topik: Tips & Trik Bisnis
STRATEGI preemtive serupa dengan strategi generik, tetapi menonjolkan superioritasnya. Pendekatan ini berorientasi pada keunggulan biaya keseluruhan dan diferensiasi. Keunggulan biaya keseluruhan menonjolkan harga lebih rendah dari pesaing. Diferensiasi menonjolkan perbedaan yang mencolok mereknya dengan merek pesaing tidak secara superior.



Strategi preemtive ini merupakan strategi yang cerdik, karena menonjolkan superioritasnya dan merupakan pernyataan yang unik. Strategi ini digunakan karena keunggulan manfaat produk dibanding pesaing hanya memiliki perbedaan yang kecil. Perbedaan inilah yang dieksploitasi sehingga suatu produk nampak manfaatnya berbeda dengan produk pesaing. Dengan demikian menghalangi pesaing untuk menyatakan hal yang sama. Meskipun demikian, jangan melebih-lebihkan manfaat produk Anda dengan mengatakan hal-hal yang mengada-ada, karena termasuk dosa periklanan (Eric Schulz, 2001).

Strategi preemtive dipakai oleh Dove untuk menampilkan superioritas produknya Dove Silkening Body Lotion dan Dove Cream Oil Shower. Kulit seperti sutra (silk) merupakan kondisi kulit standar emas. Dove Supreme Silk mengandung sutra murni yang mempersepsikan penyediaan perawatan yang superior dibandingkan dengan pesaingnya. Iklan Dove di Indonesia dengan menggunakan eksekusi bukti kesaksian, yaitu pemakai Dove merasakan kelembutannya. De-ngan cara seperti itu, maka Dove menjadi kelihatan berbeda secara superior dibanding pesaingnya. Obat tetes mata Visine juga menggunakan strategi preemtive. Dengan menggunakan ?Getting the red out?. Padahal seluruh obat mata dirancang menghilangkan kemerahan pada mata, tetapi yang mengawali iklan tersebut adalah Visine. Konsumen mengasosiasikan bahwa obat mata yang dapat menghilangkan kemerahan adalah Visine, karena Visine telah membuat pernyataan yang dramatis. Tidak ada perusahaan lain yang membuat pernyataan seperti ini, karena takut disebut sebagai penjiplak.

Kopi Kapal Api menggunakan strategi preemtive pada 1978, yaitu mengiklankan Kopi Kapal Api di TVRI dengan menggunakan pelawak Paimo sebagai pendukung iklan tersebut. Strategi dilakukan karena belum ada yang melakukan promosi lewat TV. Padahal di luar negeri sudah banyak produk makanan atau minuman yang diiklankan lewat TV. Strategi tersebut merupakan strategi jitu, sehingga seakan-akan tidak ada merk kopi lain selain Kopi Kapal Api. Sejak saat itu merk Kopi Kapal Api melejit dan berkembang pasarnya ke seluruh Nusantara. Saat ini Kopi Kapal Api menjadi pemimpin pasar untuk produk kopi di Indonesia. q - o

Tanggapan Pengunjung
irfandy, 28 December 2005 13:32:16:
pak,bagaimna cara menganalisa produk baru yang kita buat sedangkan kita
belum tau benar apa keunggulna produk kita.

misal produk2 multimedia untuk sekolah atau instansi2
mulyati, 15 September 2006 08:22:52:
Pa saya mendapatkan hadiah dari teman product Dove tepatnya dove Body silk. sementara saya tidak tau fungsinya untuk apa. saya pikir untuk lulur tubuh tapi setelah dibuka ternyata seperti hanbody. mohon dijelaskan
Tanggapan Anda
This item is closed, it's not possible to add new comments to it or to vote on it

Pesan Sponsor







PMB 2006/2007
Siapkan masa depan bersama STMIK AMIKOM "Yogyakarta"
pmb.amikom.ac.id

PINGIN NAMPANG DI WEB ?

Pusat layanan web murah dan handal
www.jogjawebcenter.com

BINCANG BINCANG BISNIS
Solusi bisnis Live setiap Selasa,pukul 16.30 di RBTV

MQ FM JOGJA
Media Bening Hati
www.mqradio.com  

TIME EXCELINDO

Pusat layanan web murah dan handal
www.TE.net.id 
 
JALA

Jaringan Alumni AMIKOMl
www.alumniamikom.org 

 


 

© M. Suyanto 2008.
sejak 23 Juli 2005