Suyanto Consulting
Artikel
Topik: Metamorfosa

Sang penjual koran yang selalu rajin mengantarkan koran ke rumah saya. Lebih dari sepuluh tahun, saya setia menjadi pelanggannya. Kulitnya berwarna hitam kelam tersengat cahaya matahari setiap hari yang ditutupi dengan pakaian kebesaran jaket hitam lusuh dan topi untuk mengurangi sengatan matahari. Parfumnya tetesan keringat yang menempel pada wajahnya bagaikan orang yang baru saja menangis sejadi-jadinya. Tangan kanannya dihiasi oleh tanda dari Tuhan, yaitu tidak mempunyai jari. Wajahnya yang menjelang tua yang dihiasi beberapa helai uban, tetapi tetap memancarkan senyum yang bercahaya, bersemangat yang memperlihatkan dirinya seorang pekerja keras dan petarung yang pantang putus asa. Inilah pelajaran pertama yang kita peroleh dari seorang penjual koran.
Topik: Leadership

Apa yang diajarkan Pak Anggoro kepada saya tentang gaji luar biasa, yaitu gaji yang kita berikan kepada karyawan dengan memberikan kesempatan melaksanakan idenya sepuluh tahun kemudian saya praktikkan. Ketika itu saya mengadakan seminar tentang ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri. Pembicara baru memberitahu kesediaannya ketika waktu tinggal satu minggu. Seminar rencananya diadakan pada hari Sabtu. Waktu yang begitu pendek sangat sulit untuk memperoleh peserta seminar yang banyak. Dibutuhkan strategi khusus agar peserta seminar jumlahnya banyak. Setelah seluruh persiapan telah selesai, pada Rabu pagi pukul 10.00 wib, saya mengumpulkan staf saya untuk mendengarkan pendapatnya agar peserta seminar tersebut, banyak pesertanya. Saya telah menulis sepuluh strategi dalam satu lembar kertas untuk mendatangkan peserta. Tetapi strategi tersebut saya simpan di atas meja tanpa seorang stafpun yang tahu. Saya mencoba menahan diri untuk tidak mengeluarkan ide dan mencoba untuk menggali ide dari staf saya.
Topik: Leadership

Pertanyaan seorang ibu ketika mengikuti seminar saya di Balai Kota “bagaimana saya dapat mempertahankan karyawan saya meskipun gajinya kecil?” Jawaban saya adalah tidaklah mudah untuk mempertahankan karyawan yang berkualitas. Meskipun demikian bukanlah tidak ada jalan untuk dapat mempertahankan karyawan tersebut. Saya memulai bisnis dari kecil, karena saya mulai bisnis tanpa menggunakan modal uang tunai, sehingga karyawan saya gaji dengan gaji yang kecil seperti yang dilakukan oleh ibu. Karena kemampuan bayar belum memungkinkan untuk membayar dengan gaji yang memadai. Sesungguhnya gaji bukanlah sebagai faktor untuk memotivasi, tetapi hanya sekadar menjaga motivasi. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi, sehingga dapat menghasilkan prestasi kerja yang baik adalah bagaimana karyawan tersebut dapat berprestasi.
Sebulan kemudian jas tersebut telah siap untuk dipakai dan Pak Jon kembali ke rumah Pak Jeremy untuk menyerahkan jas tersebut. “Berapa Pak Jon harganya?” tanya Pak Jeremy. “Rp. 1,5 juta saja Pak, tetapi bayarnya besok saja kalau saya sudah butuh Pak” kata Pak Jon. Inilah pelajaran kedua yang kita peroleh dari seorang penjahit yang hanya lulusan SD. Di balik itu sebenarnya ada strategi yang ampuh yang diterapkan Pak Jon. Ia tahu benar bahwa Pak Jeremy adalah salah seorang selebritis. Ia sengaja tidak mau dibayar lebih dahulu, karena ia ingin menggunakan nama Pak Jeremy untuk memasarkan jasanya. Ia ke mana-mana menawarkan Jas dengan menyatakan bahwa ia telah membuatkan Jas untuk Pak Jeremy Thomas yang bintang sinetron itu. Ia menggunakan Jeremy sebagai ikon produknya. Selebriti dapat mempengaruhi sikap dan perilaku pelanggan terhadap produk yang didukungnya. Persepsi dan sikap pelanggan terhadap kualitas produk meningkat dengan adanya selebriti yang mendukung. Lebih jauh, harga produk juga akan meningkat dengan adanya selebriti tersebut. Selebriti itu dapat menjadi pendukung produk, biasanya selebriti tersebut mempunyai hubungan yang mempunyai makna atau cocok dengan produk dan pelanggan.

Buku Terbaru

Lihat Buku Lainnya...

Peluang Bisnis
Katalog binis Internet di Indonesia http://www.indonetwork.co.id merupakan situs katalog bisnis Indonesia

Bisnis Rumah Makan merupakan bisnis yang menarik. Baik pada skala manajemen hingga pemasarannya. Saat ini tersedia cukup banyak waralaba (franchise). Namun...


Batik dari Indonesia, makin gencar saja melintas batas-batas negara. Makin banyak pula seniman batik dan perancang busana batik yang mempresentasikan karya mereka di ‘luar kandang’. Ini menyiratkan,batik makin dikenal di negeri orang ...


Pasar seluler dewasa ini masih mempunyai peluang yang besar. Karena itu Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) memproyeksikan jumlah pelanggan seluler sampai akhir tahun 2005 akan mencapai sekitar 50 juta nomor sehingga dapat melampaui perkiraan semula yakni 40 juta nomor.
© M. Suyanto 2008.
sejak 23 Juli 2005