By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta
Memilih judul itu harus mudah difahami dengan bahasa yang sederhana, tidak dengan bahasa yang rumit dan sulit dimengerti, karena pembeli buku adalah orang kebanyakan bukan orang filsafat atau bukan orang yang harus merenung secara mendalam untuk memahami judul buku. Sebagai perbandingan buku saya yang berjudul Aplikasi Desain Grafis Untuk Periklanan: Dilengkapi Sampel Iklan Terbaik Kelas Dunia telah mengalami cetak ulang ke sepuluh, tetapi buku dari penerbit lain dengan judul menggunakan filsafat tersebut yang telah saya jelaskan sebelumnya, entah dicetak ulang atau tidak, karena di pasaran, saya jarang menemukan lagi. Padahal, hanya berbeda di masalah judul buku. Setelah saya baca isinya, juga tidak jauh berbeda dengan buku yang saya tulis. Sama-sama ditulis oleh praktisi, seperti saya, yang tidak menguasai betul secara teori dalam bidang komunikasi visual, tetapi lebih banyak membagi pengalaman. Pelajari lebih dalam di Experimental Design: From User Studies to Psychophysics
Selengkapnya..
April 2nd, 2012 | Posted in Kiat Sukses Menulis Buku | No Comments
By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta
Berdasarkan riset, orang yang membeli buku di toko sekitar 80 %, karena melihat judulnya. Dengan demikian, betapa pentingnya judul. Pada tulisan sebelumnya, judul itu menarik dan bahkan menggoda pembaca untuk meraih buku tersebut. Kedua, untuk memperluas pasarnya dengan menambah bidang lain, sehingga pembelinya menjadi lebih banyak. Ketiga, judul dapat pula sedikit mencontoh buku-buku yang telah menjadi best seller, baik nasional maupun internasional. Paling mudah adalah datanglah ke toko buku besar dengan buku yang dijual banyak sekali, judul buku yang bermacam-macan dan buku-buku Best Seller akan membuat kita membuka mata dan telinga. Ada buku yang berjudul Unlimited Power yang ditulis oleh Anthony Robbins dan The Power of Now ditulis Eckhart Tolle menjadi buku Best Seller dan ada buku yang ditulis orang Indonesia The Power of Kepepet oleh Jaya Setyabudi juga Best Seller. Terbit pula buku Emotional Intelligent oleh Daniel Golleman dan buku Spiritual Intelligent yang ditulis Noah Zohar dan Ian Marshall menjadi buku luar biasa laris berikutnya muncul ESQ (Emotional Spiritual Quotient) Berdasarkan 6 Rukun Islam dan 5 Rukun Iman oleh Ary Ginanjar Agustian juga laris manis. Selengkapnya..
April 2nd, 2012 | Posted in Kiat Sukses Menulis Buku | No Comments
Setelah melewati hambatan terbesar, yaitu menulis buku tidak harus sempurna, berikutnya adalah memilih jenis buku yang ditulis. Saya termasuk penulis buku referensi dengan tema yang agak
popular. Pada tulisan terdahulu, bagi penulis pemula untuk mencari tema yang popular dengan menghubungi dan meminta informasi dari penerbit. Bila kita tidak mempunyai informasi tentang tema popular dari penerbit, karena kadangkala memang dirahasiakan. Dikawatirkan kalau informasi tema yang popular tersebut diberikan penulis pemula tidak ditulis di penerbit tersebut tetapi ditulis untuk penerbit lain. Kadangkala kita juga terbentur, karena tema yang popular itu bukan bidang yang kita kuasai. Bidang yang kita kuasai adalah bidang yang bukan merupakan tema yang popular. Bila itu terjadi, maka kita dapat mengembangkan kita dan mengembangkan bidang lain yang lebih menarik. Saya dahulu termasuk penulis pemula, yang menulis buku referensi yang dengan tema yang belum popular, yaitu buku yang belum ada di Indonesia, sehingga wajar kalau sebagian besar penerbit tidak mau menerbitkan buku saya.
Selengkapnya…
April 2nd, 2012 | Posted in Kiat Sukses Menulis Buku, Uncategorized | No Comments
By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta
Berdasarkan pengalaman saya sebagai penulis pemula, biasanya ingin menulis buku yang sempurna, isinya lengkap dan baik sekali. Saya telah bertemu banyak orang selalu mengatakan “Setelah naskah saya baca semuanya Pak Yanto, selalu ada yang kurang.”. Hal banya terjadi pada penulis yang mempunyai gelar akademik yang tinggi. Mereka selalu menginginkan bukunya sempurna, isinya lengkap, baik sekali bisa menjadi rujukan banyak orang. Kalau itu yang kita inginkan sebagai penulis pemula, maka bukunya biasanya tidak pernah jadi. Saran saya, bila naskah sudah dirasa cukup, segera serahkan pada penerbit. Jangan menunggu sampai sempurna. Untuk menyempurnakan buku kita kelak, penerbit menyediakan bagi penulis adalah edisi revisi. Kita dapat menambah yang kurang dan kita sempurnakan pada edisi revisi. Baca lebih jauh Start Your Own Business, Fifth Edition: The Only Start-Up Book You’ll Ever Need
Selengkapnya…..
May 16th, 2011 | Posted in Kiat Sukses Menulis Buku, Uncategorized | No Comments